DEMAK, Lingkarjateng.id – Ketua DPRD Demak, Zayinul Fata, mendorong pembangunan infrastruktur menjadi prioritas utama perencanaan pembangunan tahun 2027.
Zayin juga menyoroti struktur anggaran APBD 2025 Demak dalam Forum Konsultasi Publik (FKP) Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Tahun 2027 di Gedung Grhadika Bina Praja Demak, Kamis, 22 Januari 2026.
Dia mengungkapkan bahwa APBD Demak 2025 masih didominasi belanja pegawai namun, alokasi belanja infrastruktur kurang. Menurutnya, setelah adanya efisiensi anggaran dari pemerintah pusat, pemerintah daerah perlu melakukan refocusing belanja agar lebih diarahkan pada kebutuhan publik.
“Setelah kita mendapatkan efisiensi, kita harus melakukan refocusing belanja kebutuhan publik. Kekurangan belanja infrastruktur yang selama ini banyak tergeser oleh bantuan keuangan khusus harus menjadi bahan evaluasi bersama,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa pemerintah harus mengutamakan sektor kebutuhan publik dalam pembangunan ke depan. Belanja infrastruktur merupakan tanggung jawab bersama demi memenuhi kebutuhan sektor publik.
Pada kesempatan itu, Zayin juga menyoroti kurangnya pembangunan infrastruktur di wilayah pesisir. Kondisi tersebut dinilai akan berdampak pada pertumbuhan ekonomi masyarakat, bahkan dikhawatirkan ekonomi masyarakat akan mengalami lumpuh.
“Saya mewakili masyarakat pesisir. Meskipun capaian Indeks Pembangunan Manusia (IPM) kita relatif baik, namun persoalan kemiskinan masih ada. Infrastruktur yang tidak mendukung secara menyeluruh dapat menyebabkan kelumpuhan ekonomi,” jelasnya.
Menurutnya, buruknya kondisi infrastruktur berpotensi menimbulkan kerugian pertumbuhan ekonomi daerah.
“Oleh karena itu, saya berharap belanja yang berkaitan dengan kebutuhan dan kepentingan publik, khususnya infrastruktur, benar-benar diprioritaskan,” ucapnya.
Namun demikian, dengan keterbatasan anggaran TKD 2026 dari pemerintah pusat, pihaknya berharap semua pihak mulai dari pemerintah daerah, DPRD hingga unsur masyarakat bisa berkolaborasi saling mendukung untuk pembangunan Demak yang lebih baik.
Jurnalis: Buhanuddin Aslam
Editor: Ulfa
































