Blora (lingkarjateng.id) – Rumah warga di Desa Puledagel, Kecamatan Jepon, Kabupaten Blora berdampingan dengan longsor. Bagi Yasir Mahmud si pemilik rumah warga Dukuh Lukbang, RT.04/RW.02 ini mengaku was-was lantaran tanah terus bergerak saat hujan datang.
Sebab, jarak rumah yang ditempatinya hanya berjarak 5 meter dari titik longsor yang terus bergerak. “Sudah ada empat rumah terdampak. Tiga rumah saudara dan mertua saya. Satunya rumah saya sendiri,” ujar Yasir, Senin (19/01/2026).
Yasir mengungkapkan, bahwa hanya tinggal dirinya yang masih bertahan. Tiga rumah lainya sudah berpindah, karena pergerakan tanah semakin parah. Atas hal itu ia berharap, tanah tersebut dapat segara ditangani dan berhenti, agar insiden itu tidak menyabet rumahnya.
“Kalau segera ditangani nggak ada rencana pindah. Saya harap cepat-cepat (ditangani), dari Pemerintah Provinsi dan daerah dan dinas terkait, biar cepat segera ditangani biar nggak sampai di masjid,” katanya.
Lebih lanjut, Yasir mengaku siap pindah, bila memang menjadi pilihan terakhir dan pemerintah desa dapat memfasilitasi tanah. Hal itu mengingat jarak titik tanah longsor dengan rumahnya hanya berjarak lima meter.
“Saat ini dapur saya hanya berjarak lima meter dari longsoran,” ucapnya.
Sekertaris Desa Puledagel, Bayani, mengatakan pihak pemerintah desa sudah berupaya menanggulangi bencana tersebut. Upaya itu dilakukan dengan cara pemasangan turap bambu, untuk menahan tanah agar tidak kembali bergerak.
“Kita sudah tanam kembali bambu-bambu, kita pancangkan tetapi jatuh lagi,” kata Bayani.
Selain itu, pihak Pemdes juga telah melakukan pengajuan proposal yang ditujukan kepada Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Blora. “Sebelumnya kita kirim proposal ke Dinas PUPR dan direspon, lalu langsung direspon juga dari BBWS Pemali Juana,” ungkapnya.
Menurut Bayani, pemerintah Provinsi melalui BBWS Pemali Juana telah melakukan pengukuran terhadap area terdampak. Sehingga penanganan darurat dapat dilakukan pemasangan Turap Glugu. Tak hanya itu, penanganan dilakukan dengan menerjunkan dua alat berat.
“(Kedepan) Nantinya, dikasih seperti bronjong. Kemudian nunggu dulu kondisi cuaca reda,” sambungnya.
Lebih lanjut, pihak Pemdes setempat siap memfasilitasi jika warga terdampak menginginkan pindah. Tak hanya itu pihaknya juga berupaya agar pemindahan tersebut juga mendapatkan bantuan dari Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS).
“Memang sudah ada yang pindah, itu yang pindah karena sudah ada tanahnya. Kita juga sudah mengajukan ke BAZNAS untuk satu rumah. Untuk bedah rumah kemungkinan Bulan Februari, pengajuan bulan Januari penuh,” pungkasnya. ***
Jurnalis : Eko Wicaksono
Editor : Fian





























