GROBOGAN, Lingkarjateng.id – Persipur Purwodadi tampil tanpa ampun saat menjamu Mahesa Jenar Muda (MJM) dalam lanjutan Liga 4 Jawa Tengah di Stadion Krida Bhakti Purwodadi, Minggu, 18 Januari 2026 sore.
Kemenangan besar ini sekaligus memperpanjang rekor sempurna Persipur Purwodadi menjadi lima kemenangan beruntun sejak Liga 4 Jateng bergulir.
Dominasi tuan rumah nyaris tak terbendung sejak menit awal laga hingga Laskar Petir menang dengan skor telak 8-0.
Striker Persipur, Noka Bhirawa, menjadi mimpi buruk bagi lini belakang MJM dengan memborong empat gol masing-masing pada menit ke-8, 25, 57, dan 64. Sementara Franky Mahendra menyumbang dua gol lewat sepakan pada menit ke-20 dan 77. Dua gol lainnya dicetak M Shofa Selantika (menit 3) dan Aditya Wibawa (menit 11).
Pelatih Persipur, Wahyu Teguh, mengaku tidak ingin larut dalam euforia kemenangan besar. Ia justru menekankan kualitas proses terciptanya gol, terutama dari skema permainan yang selama ini diasah di sesi latihan.
“Kami bersyukur bisa mencetak banyak gol, tapi yang paling saya apresiasi adalah prosesnya. Ada satu gol dari kombinasi satu-dua antara Shofa, Franky, dan Noka. Itu murni hasil latihan dan bisa diterapkan di pertandingan,” ujar Wahyu.
Kapten tim Persipur, Franky Mahendra, menyebut kehadiran Bupati Grobogan Setyo Hadi di tribun penonton menjadi suntikan motivasi tersendiri bagi skuad Laskar Petir.
“Kebetulan ditonton langsung oleh Bapak kita, Bapak Setyo Hadi. Itu menambah semangat kami. Kemenangan ini hasil kerja keras seluruh tim. Alhamdulillah, skema permainan dan proses gol berjalan sangat baik,” katanya.
Namun, pesta gol Persipur tak sepenuhnya berjalan tanpa kontroversi. Pelatih Mahesa Jenar Muda, Restu Setyo Kartiko, secara terbuka mengkritik kepemimpinan wasit yang dinilai merugikan timnya dan memengaruhi mental pemain.
“Secara permainan kami akui Persipur memang lebih bagus. Tapi ada keputusan wasit yang membuat anak-anak down. Kepemimpinannya tidak jelas. Kami percaya pada wasit, tapi ternyata hasilnya seperti ini,” ungkap Restu.
Puncak protes terjadi saat gol kelima Persipur yang dicetak Noka Bhirawa. Restu tampak bereaksi keras dari pinggir lapangan karena menilai gol tersebut berbau offside. Noka disebut sudah berada di belakang pemain MJM saat menerima umpan dan tinggal berhadapan dengan kiper.
Meski protes dilayangkan kepada hakim garis dan wasit utama, gol tetap disahkan. Keputusan itu kian memperlebar jarak skor dan praktis memupus harapan MJM untuk bangkit.
Kemenangan telak ini menegaskan status Persipur sebagai salah satu kandidat kuat di Liga 4 Jateng. Namun, di sisi lain, laga ini kembali menyisakan catatan tentang kualitas kepemimpinan wasit yang berpotensi mencederai spirit fair play kompetisi.
Jurnalis: Ahmad Abror
Editor: Ulfa
































