PATI, Lingkarjateng.id – Rencana pemindahan venue cabang olahraga (cabor) atletik dan sepatu roda dari Stadion Joyokusumo ke komplek Alun-Alun Kembangjoyo pada 2026 batal terlaksana.
Mulanya, pemindahan arena sepatu roda itu karena ada rencana renovasi Stadion Joyokusumo.
Kepala Dinas Kepemudaan Olahraga dan Pariwisata (Dinporapar) Kabupaten Pati, Rekso Suhartono menyampaikan Alun-Alun Kembangjoyo di Kelurahan Kalidoro dinilai kurang luas untuk arena olahraga atletik.
“Kalau di Kembangjoyo untuk atletik kurang cukup luas. Standarnya harus menghadap ke utara ke selatan. Sehingga nanti dialihkan,” ungkap Rekso pada Jumat, 2 Januari 2026.
Solusinya, kata Rekso, pemerintah akan memusatkan arena latihan atletik dan sepatu roda ke tanah milik Dinas Pertanian Provinsi Jawa Tengah di belakang kantor Samsat Pati turut Desa Tamansari, Kecamatan Tlogowungu.
Rekso mengatakan pihaknya bersama KONI Pati dan Dispertan Jateng sudah melakukan koordinasi terkait pemindahan status tanah dari milik provinsi ke kabupaten.
“Venue akan dipindah, sudah kami antisipasi sudah kami siapkan di tanah milik Dinas Pertanian Provinsi di belakang Samsat. Kita sudah koordinasi untuk beberapa cabor, untuk atletik, sepatu roda, dan venue yang lain. Proses pemilahan dari provnsi ke daerah kami kejar terus,” imbuhnya.
Pihaknya optimis proses peralihan status tanah bisa selesai di tahun ini dan bisa segera dimanfaatkan oleh kedua Cabor untuk menyongsong sejumlah event olahraga di 2026.
Sementara itu, Rekso mengungkapkan masih ada beberapa cabor lain yang tidak terdampak dari renovasi Stadion Joyokusumo oleh Kementerian Pekerjaan Umum (KemenPU), seperti tenis dan basket.
“Jadi nanti sport center-nya di sana (belakang Samsat), yang stadion khusus sepak bola dan tenis. Samping tenis itu nanti kami buatkan untuk baset,” tandasnya.
Jurnalis: Lingkarnews Network
Editor: Ulfa

































