TEGAL, Lingkarjateng.id – Reuni alumni Pondok Modern Darussalam Gontor angkatan 2004 yang digelar Genbi Jateng di kawasan wisata Guci, Kabupaten Tegal, berlangsung hangat dan penuh keakraban. Berkumpul di tengah udara sejuk pegunungan, para alumni yang datang dari berbagai daerah melepas rindu setelah dua dekade menapaki perjalanan hidup masing-masing.
Acara yang mengusung tema “Moci Bareng, Sambung Rasa, Ngumpulke Balung Pisah” itu sejak sore sudah diwarnai sapaan hangat dan cerita nostalgia. Senyum, pelukan, hingga gelak tawa para alumni menghidupkan kembali kenangan masa mondok yang penuh dinamika.
Ketua panitia reuni, Zaenal Muttaqin, menegaskan bahwa acara tersebut bukan sekadar temu kangen. Menurutnya, acara tersebut menjadi pengingat bahwa persahabatan yang tumbuh saat mondok merupakan anugerah yang tak kekang oleh waktu.
“Dengan semangat ‘Ngumpulke Balung Pisah’, para alumni pulang membawa hati yang lebih hangat dan rasa persaudaraan yang kembali erat,” katanya.
Memasuki malam hari, rangkaian kegiatan mencapai momen paling khidmat. Para alumni membentuk lingkaran dan menggelar doa bersama di bawah cahaya temaram lampu.
Doa dipanjatkan untuk pondok sebagai wujud syukur dan harapan agar tetap diberkahi serta terus melahirkan generasi unggul. Mereka juga mendoakan rekan-rekan yang telah wafat, mengenang jasa dan kebersamaan yang pernah terjalin.
Keheningan malam yang berpadu dengan lantunan doa membuat suasana menjadi haru. Beberapa alumni tampak menahan haru saat memutar kembali memori semasa mondok yang kini tinggal dikenang.
Setelah doa bersama, kegiatan dilanjutkan dengan moci bareng sebagai tradisi mempererat kedekatan.
Suasana akrab itu menjadi penanda bahwa jarak dan waktu tidak mengikis ikatan persaudaraan angkatan 2004.
Editor: Rosyid






























