KUDUS, Lingkarjateng.id – Upaya membuka akses jalan baru yang menghubungkan Desa Rahtawu, Kecamatan Gebog, dengan Desa Soco, Kecamatan Dawe, terus berjalan. Pada Jumat sore, 5 Desember 2025, Bupati Kudus Sam’ani Intakoris meninjau langsung progres pengerjaan jalan sepanjang 425 meter yang dikerjakan melalui program Karya Bhakti TNI.
Pembangunan jalan yang sebelumnya hanya berupa setapak itu digarap bersama TNI dan dibantu Polri, dengan anggaran sekitar Rp500 juta.
Jalan baru tersebut direncanakan memiliki lebar 4 hingga 5 meter sehingga dapat dilalui kendaraan roda empat.
Selain membuka akses ekonomi dan pariwisata, jalur ini disiapkan sebagai rute alternatif evakuasi apabila terjadi bencana longsor di jalur utama Rahtawu.
Bupati Sam’ani menegaskan, pembukaan jalan ini akan dilakukan secara bertahap hingga mencapai 11 kilometer.
“Jalan ini nanti bisa menjadi jalur alternatif evakuasi ketika terjadi longsor, sekaligus membuka akses ekonomi warga, seperti kebun kopi, jagung, dan tanaman lainnya. Ini tentu dapat meningkatkan taraf hidup masyarakat,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan terima kasih kepada jajaran Kodim 0772/Kudus, pemerintah desa, kecamatan, hingga warga yang telah merelakan sebagian lahannya untuk kepentingan bersama.
Sam’ani menambahkan, pekerjaan akan dilanjutkan secara bertahap meski anggaran Kabupaten Kudus pada 2026 mengalami penurunan.
“Tahun 2026 tetap kita anggarkan sekitar Rp1 miliar. Sedikit demi sedikit selesai. Tanahnya dimantapkan dulu, baru diperkeras,” katanya.
Komandan Kodim 0772/Kudus, Letkol Inf Hermawan Setya Budi, menyebut pembukaan akses ini memiliki fungsi vital dalam mitigasi bencana.
“Jalur ini penting sebagai akses alternatif jika jalur utama tertutup longsor. Untuk logistik, evakuasi, maupun kegiatan masyarakat sehari-hari. Termasuk anak sekolah,” ungkapnya.
Hermawan menegaskan pengerjaan dilakukan hati-hati agar tidak merusak kebun milik warga. Program Karya Bhakti TNI ini juga melibatkan masyarakat dengan sistem kerja bergilir.
“Kami pastikan tahap pertama selesai sebelum akhir Desember,” tegasnya.
Warga Rahtawu menyambut baik pembangunan tersebut. Salah satunya Sriwahyuningsih, petani kopi dan jagung. Ia berharap ke depan jalan bisa diperkeras agar aman dilalui.
“Aksesnya nanti lebih cepat, tidak harus muter jauh. Tapi kalau hujan, jalan tanah seperti ini masih licin. Harapannya bisa diaspal,” ujarnya.
Jurnalis: Fahtur Rohman
Editor: Sekar S
































