PATI, Lingkarjateng.id – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Pati terus berupaya meningkatkan kualitas pengelolaan sampah daerah. Salah satu langkah strategis yang ditempuh dengan mengajukan bantuan melalui program Local Service Delivery Improvement Project (LSDP) dari Kementerian Dalam Negeri, guna mendorong pembangunan Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST).
Sebagaimana diketahui, LSDP merupakan proyek pemerintah Indonesia yang didukung oleh World Bank untuk meningkatkan manajemen pengelolaan sampah di perkotaan.
Kepala DLH Pati, Tulus Budiharjo mengatakan pihaknya telah menyusun Detail Engineering Design (DED) untuk pembangunan TPST tersebut. Berkas DED itu kini sudah disampaikan kepada Ditjen Bina Bangda Kementerian Dalam Negeri sebagai syarat utama pengajuan program LSDP.
Ia menjelaskan melalui program ini, Pemkab Pati menargetkan pengurangan signifikan volume residu yang masuk ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sukoharjo. Dirinya menyebut dengan berkurangnya beban residu, usia pakai TPA diharapkan dapat lebih panjang.
“Tahun ini DED-nya sudah siap. Harapan kami ke depan itu bisa mengurangi volume sampah yang menjadi residu,” ujarnya kepada wartawan, Jumat, 21 November 2025.
Lebih lanjut ia menguraikan bahwa residu sampah yang masih tersisa nantinya akan diolah menjadi refuse derived fuel (RDF). Proses pengolahan RDF tersebut juga telah mendapat lampu hijau lewat kerja sama pra-MoU dengan PT Semen Gresik di Rembang, sehingga RDF dari Pati akan disalurkan sebagai suplai energi bagi pabrik semen tersebut.
Sejauh ini, kata dia, kesiapan Kabupaten Pati cukup memadai untuk mendukung realisasi program LSDP. Kesiapan itu ditandai dengan ketersediaan lahan seluas 5 hektare berstatus peruntukan industri.
Jurnalis: Lingkarnews Network
Editor: Sekar S





























