KAB. SEMARANG, Lingkarjateng.id – Kebakaran melanda Swalayan Luwes, salah satu pusat perbelanjaan terbesar di Ungaran Barat, Kabupaten Semarang, hingga menyebabkan asap hitam membubung tinggi pada Rabu sore, 19 November 2025.
Meski demikian, kebakaran tersebut tidak sampai menimbulkan kepanikan di dalam gedung. Sejumlah pengunjung bahkan tetap melanjutkan aktivitas belanja seperti biasa.
Seorang pengunjung, Dani (40), mengaku tidak mengetahui adanya kebakaran saat dirinya berbelanja di swalayan tersebut.
“Justru saya tidak tahu kalau ada kebakaran di Luwes saat saya tadi belanja di dalam, tahunya ketika sudah selesai belanja dan keluar dari Luwes kok banyak polisi dan suasananya ramai sekali,” katanya.
Dani baru menyadari adanya kebakaran setelah keluar dari swalayan. Ia mengatakan kondisi di dalam gedung sebelumnya tampak normal tanpa tanda-tanda kedaruratan.
“Ya karena ramai kan lalu saya tanya, ternyata di atas ada kejadian kebakaran. Jadi, benar-benar tidak tahu tadi waktu belanja di dalam ternyata ada kebakaran, karena kondisi di dalam tadi benar-benar biasa saja,” ujarnya.
Kapolsek Ungaran Barat, AKP Sugiyarta, mengungkapkan bahwa sumber api berasal dari lantai empat, tepatnya di area dapur restoran.
“Dan kebakaran ini disebabkan oleh cerobong asap lantai empat tepatnya di area dapur restoran yang ada di lantai empat Swalayan Luwes ini,” jelasnya.
Ia menerangkan, titik api bermula sekitar pukul 14.00 WIB dari cerobong uap restoran. Di sekitar cerobong terdapat tumpukan kertas yang diduga nota pembelian, menempel di dinding cerobong dan kemudian terbakar karena panas.
“Dan di lantai empat ini ada kertas yang terbakar, awalnya memang dari restoran, ada yang memasak makanan, lalu uapnya panas, naik ke cerobong. Di pinggir cerobong itu ada kertas-kertas, sepertinya nota karena menempel di cerobong dan kena panas, akhirnya terbakar,” imbuhnya.
Api tidak sempat membesar dan berhasil dipadamkan secara manual menggunakan hydrant dan alat pemadam di lokasi. Dua petugas pemadam kebakaran turut datang memastikan tidak ada titik api yang tersisa.
“Kami memadamkannya secara manual, dengan menggunakan hydrant dan alat pemadam yang tersedia di lokasi. Bahkan tadi juga ada dua petugas pemadam kebakaran ke sini, untuk memastikan api tidak muncul kembali di lokasi ini,” kata AKP Sugiyarta.
Selama proses pemadaman, operasional swalayan tidak ditutup karena lokasi kebakaran berada jauh dari area publik.
“Swalayan tetap beroperasi pada saat kebakaran terjadi, sampai dengan di proses pemadaman, karena memang lokasi kebakaran ini berada jauh dari ruang publik,” ujarnya.
Terkait kerugian materiil, pihak kepolisian masih melakukan pendataan. Kebakaran serupa tercatat telah dua kali terjadi di Swalayan Luwes pada tahun ini.
“Belum bisa kami pastikan, karena memang tadi di lokasi itu ada tumpukan kertas, sehingga kami pastikan dulu yang terbakar ini apakah tumpukan kertas biasa atau apa,” pungkasnya.
Jurnalis: Hesty Imaniar
Editor: Rosyid































