PATI, Lingkarjateng.id – Komisi VIII DPR RI bersama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melakukan penanganan darurat dengan memperbaiki tanggul Sungai Widodaren yang ambrol di Desa Ketitangwetan, Kecamatan Batangan, Kabupaten Pati.
Anggota Komisi VIII DPR RI dari Fraksi NasDem, Sri Wulan, meninjau langsung lokasi tanggul yang ambrol dan menyebabkan banjir melanda Desa Ketitangwetan selama sepekan terakhir.
Ia menyebut penanganan darurat yang dilakukan BNPB diharapkan dapat menjadi solusi sementara sebelum pembangunan tanggul permanen dilakukan.
“Kita meninjau bahwa tadi lokasinya memang sangat mengerikan karena itu ternyata terjadi terus-menerus,” katanya di Pati, Senin, 3 November 2025.
Selain mendorong percepatan perbaikan tanggul, Sri Wulan juga menyoroti kondisi sungai yang dipenuhi timbunan sampah sehingga menyebabkan penyempitan aliran air.
Ia menegaskan pentingnya peran Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) dalam melakukan pembersihan dan pemeliharaan sungai secara rutin setiap tahun agar aliran air tetap lancar.
“Banyak instansi yang terkait di sini yang kita harus bergandeng tangan untuk menyelesaikan masalah ini,” katanya.
Sementara itu, Tenaga Ahli BNPB Bambang, Eko Pratolo, menjelaskan pihaknya telah berada di lokasi sejak Selasa untuk melakukan pembangunan tanggul darurat menggunakan trucuk bambu dan karung berisi tanah.
Tanggul sementara ini disusun pada titik-titik ambrol dan diperkuat dengan dinding anyaman bambu.
“Progres sampai dengan hari ini sudah datang material berupa tanah uruk, kemudian pagar bambu yang untuk memperkuat, kemudian seandainya bambu ini sudah datang nanti malam maka besok akan ditindaklanjuti dengan pemasangan trucuk di titik-titik kritis yang sudah ditentukan,” jelas Bambang.
BNPB mencatat, terdapat delapan titik tanggul kritis di sepanjang Sungai Widodaren yang berpotensi ambrol. Dari jumlah itu, tiga titik telah ambrol dan menyebabkan banjir di wilayah Desa Ketitangwetan.
Jurnalis: Mutia Parasti
Editor: Rosyid

































