SALATIGA, Lingkarjateng.id – Wakil Wali Kota Salatiga, Nina Agustin meminta adanya laporan rutin dan intensif terkait pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) dari setiap sekolah penerima manfaat. Langkah ini dilakukan untuk mengantisipasi berbagai permasalahan, termasuk potensi keracunan.
“Saya ingin dibuatkan satu grup WhatsApp supaya mereka bisa kirimkan foto menu setiap harinya. Jadi bisa memantau apakah sudah sesuai standar gizi, atau kita bikin kontak untuk aduan, sehingga bisa langsung menegur dapur-dapur yang ada,” katanya dalam keterangan tertulis yang diterima wartawan, Jumat, 19 September 2025.
Menurut Nina, pengawasan ketat sangat diperlukan agar program MBG benar-benar bermanfaat bagi siswa sekaligus mencegah terjadinya kasus yang tidak diinginkan.
Sementara itu, dalam rakor penyelenggaraan MBG, Bidang Aset BPKPD Kota Salatiga menyampaikan laporan terkait adanya tambahan daftar Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dari Tim Badan Gizi Nasional (BGN). Tambahan daftar tersebut dinilai berpotensi menimbulkan kelebihan pasokan makanan dibandingkan jumlah penerima manfaat di Kota Salatiga.
Ada permintaan sewa lahan di 3 tempat untuk digunakan menjadi SPPG. Namun statusnya masih berupa permohonan yang belum ditindaklanjuti, namun sudah masuk tambahan penyelenggara SPPG dari BGN.
Menanggapi hal itu, Nina menegaskan bahwa sesuai petunjuk teknis, seluruh stakeholder pelaksana MBG harus berkoordinasi dengan Pemerintah Kota Salatiga dan BGN tingkat kota. Oleh karena itu, pihaknya akan memanggil pelaksana SPPG untuk memberikan kejelasan terkait tambahan daftar tersebut.
“Besok kita panggil untuk menjelaskan pendaftaran SPPG seperti apa dan sudah sampai mana. Kita juga harus tegas karena perlu membatasi jumlah SPPG yang ada,” pungkasnya.
Jurnalis: Angga Rosa
Editor: Sekar S





























