KENDAL, Lingkarjateng.id – Kondisi pertanian tembakau di Kabupaten Kendal pada September 2025 relatif stabil, meskipun belum mencapai tingkat yang sama seperti tahun sebelumnya.
Kepala Dinas Pertanian dan Pangan (DPP) Kabupaten Kendal, Pandu Rapriat Rogojati, mengatakan stabilitas ini dapat dilihat dari harga tembakau yang saat ini berada di kisaran Rp50.000 hingga Rp60.000 per kilogram.
“Untuk saat ini cukup stabil harganya di Rp50.000 hingga Rp60.000. Untuk kondisi seperti ini termasuk stabil, namun tidak setinggi kemarin,” ujar Pandu, Kamis, 18 September 2025.
Pandu menjelaskan bahwa cuaca dan kesalahan budi daya menjadi faktor utama yang mempengaruhi kualitas daun tembakau.
Kesalahan budi daya, seperti pemberian unsur N atau Nitrogen yang tidak tepat dapat mempengaruhi pertumbuhan tembakau.
“Kemudian setelah dikasih itu, turun hujan dan pertumbuhan jadi maksimal, sehingga daun itu tidak bisa tua, dan itu berpengaruh pada kualitas daunnya,” tambahnya.
Oleh karena itu, dinas pertanian setempat telah menyampaikan teknik budi daya tembakau yang benar kepada petani.
“Cuaca dan kesalahan budi daya, pihak kami juga telah menyampaikan teknik budidaya tembakau yang benar,” lanjutnya.
Dirinya juga menyampaikan, bagi petani yang belum ahli dalam budi daya tembakau, Dinas Pertanian dan Pangan Kendal, menawarkan bantuan dan bimbingan.
“Jika terkait teknik budidaya itu jangan sungkan untuk bertanya kepada kami, dan jika memang mereka mau berkelompok dan mengundang kita jadi tenaga ahli kami akan melakukan pembinaan dari mulai menanam hingga panen,” ungkapnya.
Pandu berpesan kepada para petani tembakau untuk mempertimbangkan kondisi cuaca sebelum menanam tembakau.
“Kondisi cuaca bisa menjadi bahan pertimbangan yang pertama kali sebelum menanam tembakau,” pungkasnya.
Jurnalis: Arvian Maulana
Editor: Ulfa
































