PATI, Lingkarjateng.id – Ajakan Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB) untuk doa bersama setelah sholat Jumat di Masjid Baitunnur batal dilaksanakan. Hal itu disampaikan oleh Ketua AMPB Teguh Istianto saat dikonfirmasi pada Jumat, 12 September 2025.
Teguh menjelaskan doa bersama dibatalkan karena telah dilaksanakan bersamaan dengan sholat Jumat di Masjid Baitunnur Pati.
Padahal sebelumnya, doa bersama rencananya akan dilaksanakan setelah sholat Jumat dengan tujuan mendoakan agar kasus dugaan suap yang menyeret Bupati Pati, Sudewo, kembali diungkap setelah aksi di Gedung KPK tak membuahkan hasil.
“Dirubah karena situasinya tidak memungkinkan, jadinya doanya bareng sholat Jumat. Tidak ada agenda setelah ini,” kata Teguh.
Aksi kemudian diganti aksi Jumat berkah dengan membagikan 500 bungkus nasi kotak dan kolak kepada pengguna jalan di depan posko donasi. Kegiatan tersebut sekaligus menutup rangkaian aksi AMPB dengan dana donasi yang terkumpul sampai ratusan juta rupiah.
Teguh menjelaskan setelah acara ini, dana donasi yang terkumpul dari masyarakat sudah habis 100 persen yang digunakan untuk berbagai kegiatan AMPB dalam mengawal pemakzulan Bupati Sudewo.
“Kami sebenarnya mau menyelesaikan masalah soal sisa donasi. Jadi kita selesai hari ini di Jumat berkah, tujuannya adalah doa bersama. Jadi semua sudah selesai, donasi dari warga kita kembalikan di Jumat berkah,” jelasnya.
Teguh juga mengajak masyarakat Pati untuk cinta damai dan tidak lagi mengagendakan aksi demo termasuk aksi-aksi kerusuhan.
“Kita tunjukkan kalau kita cinta damai agar situasi di Pati kondusif,” ujarnya.
Sebelumnya, koordinator AMPB, Supriyono alias Botok, mengatakan bahwa doa bersama akan dilaksanakan di posko donasi AMPB.
“Besok sholat Jumat seperti biasa. Setelah itu doa bersama di posko, tidak di masjid,” kata Botok.
Jurnalis: Lingkar Network
Editor: Rosyid

































