KAB. SEMARANG, Lingkarjateng.id – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) menargetkan pembangunan Bendungan Jragung di Kecamatan Pringapus, Kabupaten Semarang, rampung pada September 2026 mendatang.
Hingga awal September 2025, pembangunan bendungan yang dimulai pada Oktober 2020 di sisi hulu Sungai Jragung yang mengalir ke Sungai Klampok dan Meranak ini progres konstruksinya telah mencapai 88 persen.
Menteri PU, Dody Hanggodo, mengatakan Bendungan Jragung merupakan salah satu infrastruktur strategis untuk mewujudkan swasembada pangan yang menjadi bagian program Asta Cita Presiden Prabowo Subianto
Menurutnya, Bendungan Jragung nantinya akan menjadi penopang utama Daerah Irigasi Jragung dengan capaian luasan mencapai 4.053 hektare, serta membuka tambahan lahan potensial seluas 473 hektare.
“Dengan ketersediaan suplai air irigasi dari Bendungan Jragung ini, para petani dapat memanfaatkan irigasi premium untuk menambah masa tanam, paling tidak bisa tiga kali masa tanam dalam setiap tahunnya,” ujar Dody saat meninjau pembangunan Bendungan Jragung pada Sabtu, 6 September 2025.
Dody menyebut, bendungan ini nantinya akan menyuplai air untuk mengairi sekitar 4.500 hektare lahan pertanian, terutama di Kabupaten Semarang, Grobogan, dan Demak.
“Sehingga nantinya, keberadaan Bendungan Jragung ini setidaknya akan meningkatkan Indeks Pertanaman dari 200 persen menjadi 300 persen,” jelasnya.
Bendungan Jragung memiliki kapasitas tampung 90 juta meter kubik dengan luas genangan mencapai 451 hektare, dan total cakupan layanan irigasi mencapai 4.528 hektare.
Selain mendukung sektor pertanian, bendungan ini juga berfungsi sebagai penyedia air baku sebesar 1.000 liter/detik.
Air tersebut akan dialirkan ke Kota Semarang sekitar 400 liter/detik, Kabupaten Grobogan 250 liter/detik, dan Kabupaten Demak 350 liter/detik.
Selain fungsi irigasi dan air baku, bendungan ini juga dirancang untuk mereduksi potensi banjir hingga 45 persen, serta mendukung pengembangan energi terbarukan melalui Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) berkapasitas 90 MW dan Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro (PLTMH) 1,4 MW.
Kepala Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juana, Sudarto, menyatakan bendungan ini juga membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat, termasuk di sektor pariwisata.
“sudah terdapat banyak warung-warung yang memanfaatkan indahnya pemandangan di sekitar Bendungan Jragung, dan ini jelas akan sangat bisa untuk menggerakkan ekonomi warga sekitar yang ada di Bendungan Jragung,” katanya.
Salah satu pedagang lokal, Nur Samsiyah, mengaku mulai berjualan sejak Idul Fitri 2025 karena meningkatnya kunjungan warga ke bendungan.
“Sejak Ramadhan lalu banyak warga yang sengaja ngabuburit ke sini untuk menikmati pemandangan di bendungan, jadi kami manfaatkan peluang itu untuk berjualan,” ujarnya.
Jurnalis: Hesty Imaniar
Editor: Rosyid





























