KENDAL, Lingkarjateng.id – Pesisir Kabupaten Kendal menghadapi ancaman serius akibat fenomena rob yang semakin parah. Air laut naik 10 sentimeter setiap tahun, sementara tanah turun 5 sentimeter per tahun.
Akibatnya, membuat banjir rob tidak hanya menggenangi kawasan pesisir, tetapi juga merambah ke perkampungan di Desa Mororejo, Kaliwungu.
Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kabupaten Kendal, Hudi Sambodo mengatakan, pemerintah pusat berencana membangun proyek tanggul raksasa atau Giant Sea Wall senilai Rp 1.280 triliun untuk mengatasi masalah ini.
Selain itu, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah telah menganggarkan Rp 42 miliar untuk penyusunan Detail Engineering Design (DED) penanggulangan abrasi di Desa Mororejo.
Tak hanya itu, Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kendal saat ini juga menggalakkan penanaman mangrove untuk memperkuat garis pantai.
“DKP juga terus menggalakkan penanaman mangrove untuk memperkuat garis pantai,” pungkasnya.
Sementara itu, anggota DPRD Kendal dari Fraksi PKB, Rizki Oktaviani, meminta kepada masyarakat untuk ikut menjaga lingkungan.
“Rawat mangrove, jangan buang sampah sembarangan, karena sampah sungai pasti bermuara ke laut,” ujarnya, Kamis, 21 Agustus 2025.
Selain itu, dirinya juga mengingatkan bahaya banjir yang makin parah jika sungai dan laut tercemar.
Jurnalis: Arvian Maulana
Editor: Sekar S































