PATI, Lingkarjateng.id – Puluhan ribu warga masyarakat Kabupaten Pati memadati kawasan Alun-alun Simpang Lima atau tepatnya di depan kantor Bupati Pati, Rabu 13 Agustus 2025.
Kedatangan masyarakat yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Pati Bersatu dalam rangka memenuhi undangan Bupati Sudewo yang sebelumnya mengaku tak gentar didemo warganya sendiri.
Adapun sejumlah tuntutan yang disampaikan oleh orator meliputi:
1. Tuntutan Pembatalan Kenaikan PBB P2 sebesar 250 persen
2. Pembatalan program lima hari sekolah
3. Pembatalan pengenaan pajak untuk PKL
4. Protes pemberhentian ratusan pegawai honorer RSUD Soewondo
5. Protes program Regrouping Sekolah
6. Sikap arogansi Bupati Sudewo sebagai pemimpin
7. Sudewo mundur dari jabatan sebagai bupati
Selain sejumlah tuntutan tersebut, massa juga mengaku tak senang dengan sikap arogan kepemimpinan Bupati Sudewo.
“Kami merasa kecewa dengan kepemimpinan Bupati Sudewo yang arogan, preman, menindas rakyat,” ujar orator aksi, Supriono.
Tuntutan masyarakat juga diekspresikan dalam bentuk tulisan pada spanduk dan berbagai alat peraga yang dibawa massa aksi.
Supriono manambahkan jika aksi ini murni dari masyarakat yang merasa tidak senang dengan kepemimpinan Bupati Sudewo. Ia juga dengan tegas menbantah jika aksi ini ada unsur politik.
“Yang hadir di sini bukan lima ribu bukan limapuluh ribu, tidak ada tunggangan politik. Ini murni dari masyarakat Kabupaten Pati yang tidak senang dengan gaya kepemimpinan Sudewo,” tambahnya.
Meskipun sebelumnya Bupati Sudewo mengatakan membatalkan PBB-P2 250 persen warga tetap mendesak keputusan yang jelas.
Hingga pukul 09:44 WIB gelombang massa untuk mengikuti demo terus berdatangan. Dari pantauan, dari arah utara masih belum bisa memasuki kawasan Alun-Alun Pati.
Jurnalis: Lingkar Network

































