REMBANG, Lingkarjateng.id – Sembilan truk sound system berukuran besar atau sound horeg memadati ruas jalan dari Pasar Pentungan menuju Desa Waru, Kecamatan Rembang, Kabupaten Rembang, pada Sabtu (2/8/2025) malam.
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari rangkaian karnaval sedekah bumi yang akan digelar pada Minggu (3/8/2025) besok.
Acara karnaval yang dimulai pukul 13.00 WIB dari Waru Utara hingga Lapangan Waru Selatan itu menghadirkan peserta sound system tidak hanya dari Rembang, namun juga dari berbagai daerah di Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Jawa Barat.
Beberapa grup sound yang berpartisipasi di antaranya Riswanda dari Malang, Sinar Music, Pratama Audio Jombang, Bilqis Kediri, Pasar Intan, Aditya Audio, AuraPro, Mr. Audio, dan Lombok Abang.
Mereka menampilkan tata suara dan lampu yang menarik perhatian warga sekitar saat cek sound dilakukan sejak siang hingga malam hari.
Kegiatan cek sound pada malam sebelum pelaksanaan karnaval tampak menyedot perhatian warga yang antusias menyaksikan pertunjukan, meski sebelumnya MUI Jawa Timur sempat mengeluarkan fatwa haram terkait fenomena sound horeg karena dianggap melalaikan.
Salah satu warga yang enggan disebut namanya mengungkapkan bahwa penyelenggaraan awalnya tidak mendapatkan izin dari pihak desa, sehingga panitia langsung mengajukan izin ke Polres Rembang.
“Mereka meminta izin langsung ke Polres, nggak melalui desa. Akhirnya diizinkan,” ujarnya kepada wartawan Lingkarjateng.id.
Ia juga menyebutkan bahwa seluruh kegiatan dibiayai dari iuran warga secara sukarela, dan setiap RW mengutus satu grup sound horeg untuk ikut memeriahkan acara.
Meski ada pihak yang menolak, namun dukungan warga yang mayoritas pro membuat acara tetap berjalan.
“Yang kontra ada, tapi pasti tetap kalah dengan banyak yang pro,” pungkasnya.
Jurnalis : Muhammad Faalih
Editor : Anas M































