SALATIGA, Lingkarjateng.id – Capaian program Cek Kesehatan Gratis (CKG) di Kota Salatiga menunjukkan ketimpangan antar wilayah. Dari data yang dihimpun Dinas Kesehatan (Dinkes), Kecamatan Sidorejo menjadi wilayah dengan cakupan partisipasi terendah. Sedangkan dari sisi fasilitas, Puskesmas Kalicacing tercatat sebagai yang paling rendah dalam pelaksanaan program ini.
“Secara kuantitas, Sidorejo masih paling rendah cakupannya. Begitu juga Puskesmas Kalicacing jika dilihat berdasarkan fasilitas pelayanan,” ujar Kepala Dinas Kesehatan Kota Salatiga, Prasit Al Hakim, Jumat, 1 Agustus 2025.
Hingga akhir Juli 2025, total capaian CKG di seluruh wilayah Kota Salatiga baru mencapai 13,97 persen. Padahal, Dinkes menargetkan partisipasi mencapai 80 persen hingga Desember nanti.
Prasit menjelaskan, rendahnya capaian ini dipengaruhi oleh berbagai faktor, mulai dari minimnya kesadaran masyarakat, hingga belum optimalnya peran pemangku kepentingan di tingkat lokal.
“Banyak warga merasa sehat jadi tidak merasa perlu cek kesehatan. Ada juga yang takut ketahuan penyakit. Ini tantangan tersendiri,” tambahnya.
Untuk mengatasi ketimpangan wilayah, Dinkes mengarahkan strategi jemput bola lebih intensif ke wilayah dengan capaian rendah. Kader dan petugas puskesmas diminta aktif menyasar sekolah, tempat kerja, hingga komunitas warga.
“Prioritas intervensi akan difokuskan ke wilayah dengan capaian rendah. Ini bagian dari upaya pemerataan layanan kesehatan,” jelas Prasit.
Dengan waktu yang tersisa hingga akhir 2025, Dinkes berharap seluruh wilayah di Salatiga bisa meningkatkan capaian secara signifikan dan merata.
Jurnalis: Angga Rosa































