PATI, Lingkarjateng.id – Bendung Karet Sungai Juana yang bocor mendapat sorotan dari Anggota Komisi D Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jawa Tengah (Jateng) M Ali Wafa.
Ia mengatakan bahwa bendung karet pencegah intrusi air laut. Sehingga dengan adanya kebocoran Bendung Karet Sungai Juana masyarakat khawatir air laut dapat bercampur dengan air tawar dan mengganggu pertumbuhan tanaman padi.
Menanggapi kondisi tersebut, M Ali Wafa bakal mengkomunikasikan permasalahan ini dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juana agar segera dilakukan penanganan. Dengan demikian diharapkan tidak berdampak yang signifikan bagi masyarakat setempat.
“Ada isu soal kebocoran soal Bendung Karet, yang akan kita komunikasikan dengan BBWS sehingga program yang awalnya terlihat begitu sempurna, potensinya belum bisa kita maksimalkan,” ucap Gus Wafa, sapaan lekatnya saat menghadiri Festival Kali Juwana ke-6 digelar di objek wisata Sungai Silugonggo Bestari, masuk Desa Sugiharjo, Kecamatan/Kabupaten Pati, Jawa Tengah, Minggu, 27 Juli 2025.
Pada kesempatan itu, ia mengaku senang melihat perkembangan Sungai Silugonggo yang disulap menjadi objek wisata yang menonjolkan keindahan sungai. Ia pun memberikan apresiasi kepada komunitas Jaringan Masyarakat Peduli Sungai Juwana (Jampisawan).
“Luar biasa, ini komunitas menjadi motor penggerak untuk berpartisipasi dalam menjaga lingkungan. Karena kita tahu, sedimen dari gunung yang gundul turun ke sungai, akhirnya sungai terjadi pendangkalan. Itu satu sisi,” katanya kepada awak media.
Di sisi lain, menurut Gus Wafa, banyak sungai terjadi pencemaran lingkungan.
“Tapi tak separah tahun-tahun lalu, karena pihak desa bersama-sama dengan RT untuk bisa bareng-bareng menjaga kebersihan,” lanjutnya.
Ia pun berpesan agar masyarakat untuk gotong royong menjaga kebersihan sungai dan lingkungan.
Jurnalis: Lingkar Network
































