SALATIGA, Lingkarjateng.id – Ketua DPRD Kota Salatiga Dance Ishak Palit menegaskan pengelolaan mata air tidak cukup hanya dengan menjaga kebersihan, tetapi juga perlu pemetaan sumber dan manajemen debit air yang tepat.
“Kita harus membangun budaya masyarakat yang tidak hanya fokus pada pembangunan fisik, tetapi juga jiwanya, agar partisipasi dalam pengelolaan mata air ini benar-benar menyeluruh,” tegas Dance, Sabtu, 19 Juli 2025.
Dance juga mendorong adanya kolaborasi antarinstansi dan pegiat lingkungan untuk membuat pemetaan sumber air secara menyeluruh serta manajemen pengelolaan debit yang efisien.
Minimalkan Dampak Kekeringan di Salatiga, Warga Diajak Buat Sumur Resapan
Sementara itu, Wali Kota Salatiga Robby Hernawan dalam Sarasehan Jaga Tirta Mata Air Benoyo bertema “Menjaga Mata Air dan Budaya Kota Salatiga” di kawasan mata air Benoyo pada Jumat 18 Juli 2025, mengatakan, bahwa mata air merupakan potensi besar yang tidak hanya memiliki nilai ekologis, tetapi juga budaya.
“Salatiga memiliki kekayaan mata air yang harus dijaga. Kita ingin membangun budaya masyarakat yang peduli dan cinta lingkungan,” ujar Robby.
Acara sarasehan ini juga ditandai dengan penandatanganan pakta integritas dan deklarasi bersama oleh Wali Kota, Wakil Wali Kota, Ketua DPRD, Dandim 0714/Salatiga, dan Polres Salatiga sebagai wujud komitmen menjaga kelestarian sumber daya air di Kota Salatiga.
Jurnalis: Angga Rosa
Editor: Ulfa































