REMBANG, Lingkarjateng.id – Anggota Komisi IX DPR RI, Edy Wuryanto, didampingi Bupati Rembang, Harno, meninjau kesiapan dapur untuk program makan bergizi gratis (MBG), Sabtu, 12 Juli 2025.
Dari hasil kunjungannya, Edy optimistis atas perkembangan pembangunan dapur MBG di Rembang yang sudah mencapai 80 persen dari target 65 dapur.
“Pak Bupati, awal saya masuk Rembang sebulan lalu, MBG ini masih di bawah 10, sekarang tinggal 10 lokus. Jadi 80 persen hampir 90 persen Rembang sudah proses semua,” ujarnya.
Edy menyebutkan rata-rata dapur MBG di Rembang sedang dalam tahap verifikasi dan pembangunan. Namun, dalam 45 hari ke depan banyak dapur yang ditargetkan mulai beroperasi.
Salah satu hal yang diprioritaskan adalah penempatan Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) yang saat ini sedang dididik secara nasional dan siap ditempatkan mulai 15 Juli.
Pihaknya juga menekankan bahwa program MBG tidak hanya untuk anak sekolah, tetapi juga menyasar kelompok rentan seperti ibu hamil, menyusui, dan balita, demi mencegah terjadinya stunting sejak masa kehamilan.
Dia mengatakan MBG merupakan salah satu strategi pemerintah dalam membentuk ekosistem gizi nasional berbasis komunitas yang menyasar langsung penerima manfaat dengan makanan siap saji bergizi yang telah disesuaikan.
“Saya bayangkan seperti rumah sakit, ada instalasi gizi. Ahli gizi akan membuat menu sesuai kebutuhan penerima manfaat,” ujarnya.
Ia memproyeksikan keberadaan 60 dapur aktif menyerap dana hampir Rp300 miliar per tahun untuk pemberian makanan bergizi kepada masyarakat Rembang.
Sementara itu Bupati Rembang, Harno, mengapresiasi dukungan penuh dari Edy Wuryanto dalam mengakselerasi pembangunan dapur MBG di wilayahnya.
“Alhamdulillah Pak Edy Wuryanto telah aktif membantu kita semuanya, termasuk program nasional makan gizi gratis yang kemarin masih sangat minim,” ujarnya.
Selain dukungan dari legislator, kata Bupati Harno, program MBG di Rembang juga butuh dukungan dari seluruh elemen.
“Muhammadiyah, NU, pengusaha, anggota DPRD, hingga bupati, semua harus mendukung ini. Karena bermitra dengan BGN juga berarti investasi untuk masa depan generasi bangsa,” tandasnya.
Dengan progres yang menjanjikan, ia berharap Rembang bisa menjadi kabupaten percontohan dalam pelaksanaan program MBG.
“Mudah-mudahan doa dan harapan juga, Rembang bisa masuk nominasi, paling tidak di dapilnya Pak Edy rangking 1 Rembang,” pungkas Harno.
Jurnalis: Muhammad Faalih
Editor: Ulfa






























