GROBOGAN, Lingkarjateng.id – Muhammad Rasya Alfarelhudy, siswa SMAN 1 Wirosari, Kabupaten Grobogan, terpilih sebagai anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) tingkat nasional tahun 2025. Ia akan mewakili Provinsi Jawa Tengah pada upacara peringatan Hari Ulang Tahun ke-80 Republik Indonesia di Istana Negara, Jakarta, 17 Agustus mendatang.
Rasya akan bertugas bersama Anindya Putri Aprilia, siswi SMAN 3 Salatiga, yang juga terpilih mewakili Jawa Tengah. Keduanya dinilai berhasil melalui berbagai tahapan seleksi ketat mulai dari tingkat kabupaten, provinsi, hingga nasional.
Lahir pada 17 Desember 2008, Rasya tinggal bersama orang tuanya, Mashudi dan Wahitri Kurnia Yulianingsih, di Dusun Gadon, Desa Tambakselo, Kecamatan Wirosari, Kabupaten Grobogan. Meski masih muda, tekad dan semangat Rasya untuk meraih prestasi di bidang Paskibraka sangat kuat.
Rasya mengaku tertarik menjadi Paskibraka karena pernah mengikuti lomba PBB Kodim saat masih di bangku SMP. Ia kemudian melanjutkan prestasinya ke jenjang SMA untuk menjadi Paskibraka.
“Saya tertarik pada paskibraka itu pada kelas 10, pada awal-awal masuk SMA. Ketertarikannya itu waktu SMP pernah ikut lomba PBB Kodim,” ujar Rasya saat ditemui tim Lingkarjateng.id di SMAN 1 Wirosari, Grobogan, pada Minggu, 13 Juli 2025.
Rasya mengaku mengetahui adanya seleksi Paskibraka tingkat kabupaten dari seniornya di ekstrakurikuler baris-berbaris di sekolahnya. Ia lantas mencari informasi lebih jauh terkait seleksi tersebut.
Menurutnya, persiapannya untuk mengikuti seleksi Paskibraka dari tingkat kabupaten, provinsi, hingga nasional, cukup banyak. Tidak hanya dari sisi fisik, Rasya juga memperkuat akademik terkait pemahaman wawasan kebangsaan agar bisa lolos seleksi hingga tingkat nasional.
“Saya mengembangkan itu semuanya supaya bisa lolos di tingkat kabupaten dan lanjut tingkat provinsi. Saya juga lebih mematangkan lagi di tingkat provinsi itu pada akademik dan fisik saya supaya bisa lolos di tingkat nasional,” sambungnya.
Mengenal Anindya Putri Aprilia, Putri Salatiga Calon Paskibraka Nasional 2025
Selain itu, konten edukatif yang dibuat di media sosial juga turut membantu Rasya menembus seleksi tingkat pusat.
“Saya ada spesial untuk lolos pada seleksi Paskibraka pusat ini yaitu perkara sosial media saya yang selalu setiap hari membuat konten. Kontennya tentang mengedukasi temen-temen semuanya untuk bagaimana pada tahun 2045 kita akan menjadi generasi emas,” jelasnya.
Rasya yang bercita-cita menjadi Taruna Akademi Angkatan Laut itu berharap bisa tergabung dalam pasukan “8” sebagai pengibar bendera di Istana Merdeka, Jakarta, pada 17 Agustus nanti.
Sementara itu, Mashudi, ayah Rasya, mengaku bangga atas pencapaian yang diraih anaknya. Ia menyebut anaknya memiliki karakter pantang menyerah dan senang pada tantangan baru.
“Dia itu sifatnya keras, tapi hatinya lembut sebenarnya. Dia itu punya jiwa sosial kayak sudah tumbuh dari kecil. Dia orangnya itu gigih. Dia kalau punya kemauan harus (tercapai) dan belajarnya sangat-sangat keras. Saya sebagai orang tua bangga,” ujar Mashudi.
Senada dengan suaminya, Wahitri, ibu Rasya, menceritakan bahwa anaknya merupakan sosok yang tegas dan mempunyai motivasi tinggi.
“Jika ingin meraih sesuatu diusahakan dengan maksimal,” ujarnya.
Ia pun bangga atas prestasi yang diraih Rasya dengan terpilih menjadi Paskibraka nasional mewakili Jawa Tengah dan akan bertugas di Istana Merdeka di hadapan Presiden Prabowo Subianto.
“Saya lihat perjuangan Rasya dari seleksi sekolah, kabupaten, provinsi, dan sekarang mau maju ke pusat, melihat latihannya setiap hari tanpa lelah, terus berusaha menjadi lebih baik. Jadi saya bangga sebagai orang tua,” pungkasnya.
Jurnalis: Ahmad Abror
Editor: Rosyid






























