GROBOGAN, Lingkarjateng.id – Banjir akibat luapan sungai merendam ratusan rumah warga di wilayah Kecamatan Purwodadi, Senin, 16 Februari 2026. Sedikitnya 610 kepala keluarga (KK) terdampak setelah hujan deras mengguyur wilayah tersebut sejak malam hingga dini hari.
Diketahui, hujan berintensitas tinggi terjadi sejak Minggu, 15 Februari 2026 pukul 19.30 WIB hingga Senin pukul 03.00 WIB. Curah hujan yang tinggi menyebabkan Sungai Glugu dan Sungai Sudon meluap sekitar pukul 06.00 WIB dan menggenangi pemukiman warga dengan ketinggian air berkisar 30–50 sentimeter.
Genangan air terjadi di sejumlah wilayah, meliputi Banaran, Kebondalem, Kemasan, Jetis, Jajar, dan kawasan Simpang 5 Utara.
Berdasarkan data kelurahan, banjir paling banyak merendam RW 17 Jetis Selatan dengan 217 KK terdampak. Disusul RW 16 Jetis Barat sebanyak 120 KK, RW 19 Simpang 5 Utara 98 KK, RW 22 Banaran 80 KK, RW 14 Kebondalem 40 KK, serta RW 1 Jajar 20 KK.
Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Namun genangan air sempat mengganggu aktivitas warga dan menyebabkan sebagian rumah kemasukan air.
Lurah Purwodadi, Agus Purwanto, mengatakan pihak kelurahan segera melakukan penanganan setelah menerima laporan dari warga. Petugas langsung mendatangi lokasi, melakukan pendataan, serta berkoordinasi dengan organisasi perangkat daerah terkait.
“Setelah menerima laporan, kami langsung turun ke lapangan untuk mendata warga terdampak dan melaporkan kondisi kepada pimpinan. Kami juga berkoordinasi dengan OPD terkait untuk penanganan banjir,” ujarnya.
Kondisi air berangsur surut pada siang hari, namun meminta warga untuk tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan banjir susulan, mengingat curah hujan masih berpotensi tinggi di wilayah Kabupaten Grobogan.
Selain itu, dirinya mengimbau warga segera melapor jika terjadi peningkatan debit air di sekitar pemukiman.
“Kami mengimbau masyarakat tetap siaga, terutama yang tinggal di bantaran sungai. Jika hujan kembali turun dengan intensitas tinggi, warga diharapkan segera mengamankan barang-barang penting dan melapor kepada perangkat setempat,” katanya.
Jurnalis: Ahmad Abror
Editor: Sekar S






























