KAB.SEMARANG, Lingkarjateng.id – Bupati Semarang, Ngesti Nugraha melantik empat pejabat pimpinan tinggi Eselon II yang dilaksanakan di Pendopo Rumah Dinas Bupati Semarang, di Ungaran, Kabupaten Semarang, Senin, 24 November 2025.
Keempat pejabat Eselon II yang baru saja dilantik ini naik dari jabatan Eselon III, diantaranya Dewanto Leksono Widagdo yang sebelumnya menjabat sebagai Camat Bawen, kini beralih menjadi Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB), kemudian Sri Utami Soewitodiharjo kini menjabat sebagai Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH).
Tidak hanya itu, nama pejabat lainnya yang pada pelantikan itu juga diambil sumpahnya secara langsung oleh Bupati Semarang, ialah Hetty Setiorini yang saat ini menjabat sebagai Kepala Dinas Penanaman Modal Perizinan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP), dan Suharnoto menjabat sebagai Staf Ahli Bupati Semarang Bidang Pemerintahan Hukum dan Politik Setda Kabupaten Semarang.
“Saya tegaskan, dalam pelantikan hari ini tidak ada jual beli jabatan yang terjadi di lingkungan Pemkab Semarang. Sehingga, saya minta kepada para pejabat yang baru saja di lantik untuk bisa menjaga kondusifitas di lingkungan mereka bekerja,” kata Bupati Semarang, Ngesti Nugraha.
Selain itu, ia juga menyampaikan bahwa amanah yang diterima para pejabat tinggi baru ini, dapat dijalankan dengan penuh integritas, profesionalisme, dan kontribusi terbaik demi kemajuan Kabupaten Semarang.
“Karena ini bukan sekadar seremoni, tetapi merupakan momentum penting lahirnya energi baru, semangat baru, dan komitmen baru dalam penyelenggaraan pemerintahan, serta pelayanan kepada masyarakat Kabupaten Semarang. Pelantikan hari ini juga menjadi bagian dari upaya kita bersama dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik, bersih, dan professional,” imbuhnya.
Ia juga menjelaskan, jika saat ini wilayah Kabupaten Semarang membutuhkan aparatur yang profesional, berintegritas, dan mampu menjawab tantangan zaman.
“Dan dalam era yang bergerak cepat, dan penuh perubahan ini, kita dituntut untuk adaptif serta inovatif. Proses pengisian JPT 6 Pratama dilakukan melalui mekanisme seleksi terbuka, kompetitif, objektif, dan transparan, dengan tahapan mulai dari seleksi administrasi dan penelusuran rekam jejak, seleksi kompetensi, wawancara, hingga tes kesehatan, dan kejiwaan,” bebernya.
Sehingga, semua yang dilakukan itu, kata Ngesti Nugraha supaya pejabat yang terpilih benar-benar layak, tepat, dan siap bekerja, sesuai dengan prinsip Sistem Merit.
“Maka jadilah ASN yang mampu menjawab tantangan, bukan yang ikut terseret arus perubahan dan ke depan, ASN ini akan dituntut menjadi Smart ASN, yaitu ASN yang menguasai teknologi, berwawasan global, adaptif, dan memiliki jiwa inovasi. Maka jadikanlah jabatan fungsional sebagai ruang 8 untuk berkembang dan memberikan kontribusi nyata bagi Kabupaten Semarang,” tegas dia kembali.
Tidak hanya itu, Bupati juga menekankan kepada para pejabat fungsional yang baru saja dilantik untuk mengoptimalkan penerapan ilmu pengetahuan, keahlian, dan wawasan masing-masing, guna menunjang
kemampuan kerja dan pelayanan publik, dengan tetap berpedoman kepada ketentuan perundang-undangan yang berlaku.
“Sehingga dapat bermanfaat bagi diri sendiri, masyarakat, dan pemerintah di lingkup Pemkab Semarang. Selain itu saya juga ingin seluruh pejabat yang dilantik dan dikukuhkan pada hari ini memahami bahwa jabatan adalah amanah, bukan kemewahan, karena jabatan adalah ladang pengabdian, bukan ruang untuk berkuasa,” tukasnya.
Jurnalis: Hesty Imaniar
Editor: Sekar S





























