BLORA, Lingkarjateng.id – Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos P3A) Kabupaten Blora mencatat sebaran keluarga dan individu berdasarkan desil sosial ekonomi menunjukkan perbedaan jumlah yang cukup signifikan di setiap kelompok.
Kepala Dinsos P3A Blora, Luluk Agung Ariadi, mengatakan data tersebut menjadi acuan penting dalam pemetaan kondisi kesejahteraan masyarakat sekaligus penajaman kebijakan perlindungan sosial di daerah.
Berdasarkan akumulasi Desil 1 hingga Desil 5 di Kabupaten Blora tercatat mencapai 176.476 keluarga dengan jumlah penduduk 488.179 individu pada 2025.
Pendataan tersebut menggunakan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN), yang mulai diberlakukan sejak Maret 2025, sebagai pengganti Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS).
Luluk mengatakan perubahan ini menandai pembaruan sistem pendataan sosial ekonomi nasional agar lebih akurat, terpadu, dan mutakhir dalam memotret kondisi masyarakat, khususnya kelompok rentan dan calon penerima bantuan sosial.
“Melalui penerapan DTSEN, pemerintah diharapkan dapat meningkatkan ketepatan sasaran berbagai kebijakan dan intervensi sosial dibandingkan sistem DTKS yang digunakan sebelumnya,” ujar Luluk, melalui keterangan tertulis, Sabtu, 17 Januari 2026.
Ia menjelaskan, pada Desil 1 atau kelompok ekonomi terbawah tercatat sebanyak 44.741 keluarga dengan total 115.298 individu. Kelompok ini menjadi prioritas utama dalam berbagai program bantuan pemerintah.
“Sementara Desil 2 mencatat 41.906 keluarga dengan jumlah 116.788 individu yang juga tergolong rentan terhadap gejolak ekonomi,” sambung Luluk.
Untuk Desil 3, tercatat 30.312 keluarga dengan 87.768 individu yang umumnya berada pada kelompok menengah bawah.
Adapun Desil 4 mencakup 27.460 keluarga dengan 77.256 individu. Lalu pada Desil 5, tercatat 32.057 keluarga dengan total 91.069 individu yang mulai memasuki kelompok ekonomi menengah.
Di sisi lain, berdasarkan rekapitulasi awal DTSEN Kabupaten Blora per Maret 2025, total keluarga yang tercatat mencapai 330.664 keluarga dengan jumlah penduduk sebanyak 928.495 individu.
Dalam rekapitulasi tersebut, Desil 1 tercatat sebanyak 34.513 keluarga dengan 86.374 individu. Desil 2 sebanyak 35.709 keluarga dengan 101.638 individu, Desil 3 sebanyak 38.289 keluarga dengan 105.382 individu, Desil 4 sebanyak 35.090 keluarga dengan 101.534 individu, serta Desil 5 sebanyak 35.082 keluarga dengan 95.415 individu.
“Secara keseluruhan, data ini menunjukkan masih besarnya jumlah penduduk pada kelompok desil bawah dan menengah yang memerlukan perhatian serta intervensi berkelanjutan,” kata Luluk.
Luluk berharap pemerintah daerah dapat memanfaatkan data tersebut sebagai dasar perencanaan, evaluasi, serta penyaluran program bantuan sosial agar lebih tepat sasaran dan berkeadilan.
Jurnalis: Eko Wicaksono
Editor: Ulfa
































