KUDUS, Lingkarjateng.id — Sekitar 30 persen dari sistem penerimaan murid baru (SPMB) di SMP Negeri 3 Dawe merupakan siswa dari luar wilayah Kabupaten Kudus, seperti Kecamatan Gembong, Kabupaten Pati.
Kepala SMP 3 Dawe, Abu Sofyan, menyebut bahwa banyak murid bukan domisili Kudus yang mendaftar di sekolahnya ini bukan kali pertama terjadi.
“Karena lokasi sekolah memang berbatasan langsung dengan Kabupaten Pati, setiap tahun selalu ada murid dari Gembong yang mendaftar ke sini,” ujarnya saat ditemui pada Rabu, 2 Juli 2025.
SMP 3 Dawe terletak di Desa Dukuhwaringin, Kecamatan Dawe, yang berbatasan langsung dengan wilayah Kabupaten Pati.
Menurut Abu, jarak tempuh dari Gembong ke sekolah bahkan lebih dekat dibandingkan dengan beberapa desa di wilayah Kudus sendiri, seperti Desa Kandangmas.
Sebagian besar calon murid dari luar daerah mendaftar secara langsung karena mengalami kendala dalam membuat akun SPMB online.
Hal ini membuat sistem pendaftaran secara luring menjadi pilihan utama, terutama bagi warga di daerah perbatasan.
“Tahun ini jumlah murid kami meningkat dibanding tahun lalu. Kalau tahun 2024 hanya 54 murid, tahun ini dapat penuh 56 murid. Dibagi menjadi dua kelas, masing-masing 28 murid,” jelasnya.
Adapun SPMB SMP 3 Dawe Kudus telah ditutup pada 30 Juni 2025 dengan menerima 56 murid baru untuk tahun ajaran 2025/2026. Sedangkan tahap daftar ulang juga sudah rampung pada Selasa, 2 Juli 2025.
Dengan telah rampungnya seluruh proses administrasi penerimaan, pihak sekolah kini bersiap menyambut tahun ajaran baru yang dijadwalkan mulai 14 Juli mendatang.
Abu mengaku tetap membuka kesempatan bagi siswa dari luar daerah selama kuota masih tersedia dan persyaratan terpenuhi.
“Selama memenuhi syarat dan jarak tempuh memungkinkan, kami tidak membatasi asal wilayah murid,” pungkasnya.
Jurnalis: Fahtur Rohman
Editor: Ulfa

































