PATI, Lingkarjateng.id – Menjelang rencana aksi damai yang akan digelar pada Selasa, 13 Agustus 2025, Polresta Pati menyiapkan skema pengamanan ketat dengan melibatkan total 2.684 personel dari berbagai instansi.
Ribuan personel tersebut terdiri dari jajaran Polresta Pati, Pasukan Satbrimob Polda Jateng, Dit Samapta Polda Jateng, gabungan Direktorat, Bidang dan Satker Mapolda Jateng, serta personel dari 14 Polres jajaran (Polres Jajaran Ekswil Pati dan Polrestabes Semarang) yang di BKO-kan di Polresta Pati. Selain itu, turut dilibatkan TNI, Satpol PP Kabupaten Pati, Dinas Kesehatan, Dinas Perhubungan, Pemadam Kebakaran, serta instansi terkait lainnya.
Sebagai bagian dari persiapan, Polresta Pati menggelar Tactical Floor Game (TFG) pada Senin, 11 Agustus 2025 sore di Ruang Sanika Satyawada, Mapolresta Pati. Kegiatan berlangsung pukul 14.00–16.00 WIB dan dihadiri oleh jajaran Forkopimda serta berbagai instansi yang terlibat dalam pengamanan.
Kapolresta Pati Kombes Pol Jaka Wahyudi memimpin langsung simulasi perencanaan tersebut. Hadir pula Wakapolresta, Kodim 0718 Pati, Satpol PP, Dinas Perhubungan, Diskominfo, Dinas Kesehatan, Subdenpom, pejabat utama Polresta, Kapolsek jajaran, dan perwira pengendali pengamanan unjuk rasa.
“Kegiatan ini penting agar semua personel dan instansi memahami prosedur dan perannya. Tujuannya jelas, supaya pengamanan berjalan aman, tertib, dan sesuai ketentuan,” ujar Kapolresta.
Ia menekankan pentingnya koordinasi lintas sektor guna menjamin ketertiban dan keamanan selama aksi.
“Kerjasama semua stakeholder, baik dari instansi samping maupun dukungan sarana prasarana, menjadi kunci menciptakan Kota Pati yang aman dan kondusif,” ucapnya.
Kapolresta juga mengingatkan para pengendali lapangan untuk menjaga ketertiban personel.
“Para Padal di lokasi harus benar-benar melaksanakan wasdal terhadap anggotanya dan pantang pulang sebelum kegiatan selesai,” tegasnya.
Terkait pengawasan area aksi, pihaknya menyatakan pemanfaatan teknologi akan dioptimalkan.
“CCTV yang mengcover ke pendopo akan kita tarik IP-nya. Reskrim diminta berkoordinasi dengan Dishub dan Kominfo,” katanya.
Ia juga meminta perhatian khusus terhadap sekolah yang berada di sekitar lokasi aksi.
“Untuk sekolah di ring 1, Pemda diharapkan membantu mengatur situasi saat pelaksanaan unjuk rasa,” ungkap Kapolresta.
Selain itu, imbuh dia, permintaan pengamanan juga datang dari Lapas Pati.
“Ada permohonan personel dari Lapas untuk pengamanan di hari H, dan akan kita penuhi sesuai kebutuhan,” ucapnya.
Untuk menjaga kondusifitas, pihaknya menekankan edukasi kepada masyarakat turut menjadi perhatian.
“Mohon bantuan stakeholder untuk melakukan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat, ini penting untuk menjaga kondusivitas di Kabupaten Pati,” ujarnya.
Ia juga berpesan kepada seluruh personel agar tetap profesional selama bertugas.
“Jangan terpancing provokasi, tetap bersikap humanis, sadar kamera, dan pastikan dokumentasi pengamanan tersedia,” kata Kapolresta.
TFG ini juga diisi dengan pemaparan dari Kasat Intelkam, Kasat Lantas, dan Kabagops Polresta, dilanjutkan diskusi, tanya jawab, serta pembulatan arahan oleh Kapolresta.
Kegiatan tersebut menghasilkan sejumlah langkah strategis yang meliputi koordinasi lintas instansi, penguatan pengawasan, pengendalian personel, pemanfaatan CCTV, pengaturan sekolah, pengamanan Lapas, hingga sosialisasi publik.
“Dengan perencanaan matang lewat TFG ini, kami harap aksi 13 Agustus berjalan lancar, damai, dan tidak mengganggu ketertiban umum,” pungkas Kombes Pol Jaka Wahyudi.
Jurnalis: Lingkar Network

































