DEMAK, Lingkarjateng.id – Banjir yang melanda Kabupaten Demak akibat jebolnya tanggul Sungai Tuntang di enam titik tidak hanya menyebabkan genangan, tetapi juga mengakibatkan kerusakan parah pada permukiman warga. Sebanyak 12 rumah dilaporkan hanyut terbawa arus deras.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Demak, Suprapto, mengatakan rumah yang hanyut berada di Desa Trimulyo, Kecamatan Guntur, yang lokasinya berdekatan dengan titik tanggul jebol pada Jumat, 3 April 2026 lalu.
“Belasan rumah warga yang hanyut berada di Desa Trimulyo, Kecamatan Guntur, Kabupaten Demak yang berlokasi dekat dengan jebolnya tanggul Sungai Tuntang,” katanya, Senin, 6 April 2026.
Selain rumah yang hanyut, BPBD Demak mencatat enam rumah mengalami kerusakan berat dan sembilan lainnya rusak ringan. Dengan demikian, total 27 rumah warga terdampak langsung akibat terjangan banjir.
Suprapto menyebut warga yang rumahnya tidak lagi layak huni saat ini mengungsi sementara ke rumah kerabat terdekat.
Pasca surutnya banjir pada Minggu, BPBD Demak bersama relawan terus melakukan penanganan di lapangan. Selain mendistribusikan air bersih, petugas juga fokus membersihkan lumpur yang menutup akses jalan desa.
Armada truk tangki yang sebelumnya digunakan untuk penyaluran air bersih kini dialihkan untuk mempercepat pembersihan lingkungan agar aktivitas warga dapat kembali normal.
Sementara itu, Pelaksana Tugas Kepala Dinas Sosial P2PA Kabupaten Demak, Agus Herawan, menyatakan bantuan logistik telah disalurkan kepada warga terdampak, termasuk mereka yang kehilangan tempat tinggal.
Banjir ini dipicu oleh jebolnya tanggul di enam lokasi, masing-masing tiga titik di Desa Trimulyo dengan panjang sekitar 30 meter dan 10 meter, serta tiga titik di Desa Sidoharjo dengan panjang sekitar 15 meter.
Secara keseluruhan, bencana ini berdampak pada 2.116 rumah dengan total 7.606 jiwa terdampak. Dari jumlah tersebut, sebanyak 2.839 warga dari sembilan desa di empat kecamatan terpaksa mengungsi.
Jurnalis: Ant
Editor: Rosyid





























