DEMAK, Lingkarjateng.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Demak melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) mengusulkan sebanyak 110 sekolah untuk mendapatkan program revitalisasi sekolah pada tahun 2026 ini.
Kepala Dindikbud Demak, Haris Wahyudi Ridwan, menyampaikan bahwa pengusulan tersebut telah dilakukan melalui aplikasi resmi yang disediakan pemerintah pusat. Dari total usulan tersebut, mayoritas berasal dari jenjang sekolah dasar.
“Usulan revitalisasi yang sudah diajukan Pemkab Demak melalui aplikasi terdiri dari 93 sekolah dasar dan 17 sekolah menengah pertama,” ujar Haris saat dihubungi, Senin, 5 Januari 2026.
Sebelumnya, Bupati Demak, Eisti’anah, menegaskan bahwa Pemkab Demak terus berupaya aktif mengusulkan program revitalisasi sekolah, khususnya bagi sekolah-sekolah yang mengalami kerusakan cukup parah.
“Kami melalui Dinas Pendidikan terus mengusulkan, karena sebenarnya sudah ada database sekolah-sekolah yang memang mengalami kerusakan dan itu yang kita prioritaskan terlebih dahulu, terutama di wilayah yang terdampak rob,” kata Eisti’anah.
Ia menambahkan, seluruh usulan revitalisasi tersebut telah diajukan untuk mendapatkan bantuan pada tahun anggaran 2026. Pengusulan dilakukan sesuai dengan mekanisme dan arahan dari pemerintah pusat.
Eisti’anah juga menjelaskan bahwa sebelumnya program revitalisasi sekolah masih dianggarkan melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Namun, dengan adanya kebijakan dan aturan baru, pendanaan revitalisasi kini sepenuhnya ditangani oleh pemerintah pusat.
“Dulu memang kita anggarkan melalui APBD. Namun dengan aturan yang baru, program revitalisasi ini ditarik ke pemerintah pusat dan langsung diberikan ke satuan pendidikan. Kita di daerah mengikuti arahan-arahan dari pusat,” jelasnya.
Selain mengusulkan perbaikan sarana dan prasarana sekolah, Pemkab Demak juga mengajukan berbagai program pelatihan untuk peningkatan sumber daya manusia (SDM) di bidang pendidikan. Hal ini dilakukan menyusul adanya pengurangan dana transfer ke daerah (TKD) pada tahun ini.
“Selain sarana prasarana, kami juga mengusulkan pelatihan-pelatihan yang sebelumnya dianggarkan melalui APBD, mengingat TKD tahun ini mengalami pengurangan cukup signifikan,” ujarnya.
Melalui dukungan pemerintah pusat tersebut, Eisti’anah berharap kualitas pendidikan di Kabupaten Demak dapat terus meningkat.
“Kita harus lebih aktif dan masif dalam mengusulkan program-program ini, agar kualitas pendidikan di Kabupaten Demak semakin baik,” pungkasnya.
Diberitakan sebelumnya, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) RI, Prof. Abdul Mu’ti berkunjung ke Demak untuk meresmikan SD Negeri Wonorejo 2 Kecamatan Karanganyar yang telah selesai direvitalisasi.
Dalam kesempatan itu, ia juga menyampaikan bahwa pada tahun 2025 pemerintah pusat mengalokasikan anggaran sebesar Rp16,9 triliun untuk merevitalisasi 16.175 satuan pendidikan di seluruh Indonesia. Hingga saat ini, realisasinya telah mencapai diatas 95 persen.
Di Kabupaten Demak sendiri, sebanyak 110 satuan pendidikan telah menerima manfaat program revitalisasi, meliputi empat PAUD, 73 SD, 16 SMP, enam SMA, tujuh SMK, satu SLB, dan tiga PKBM, dengan total anggaran mencapai Rp76 miliar.
Sementara untuk tahun 2026, pemerintah telah mengamankan alokasi awal dalam APBN sebesar Rp14 triliun untuk sekitar 11 ribu sekolah. Namun, sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto, cakupan program revitalisasi ini akan diperluas hingga menyasar sekitar 71 ribu satuan pendidikan di seluruh Indonesia.
Jurnalis: M. Burhanuddin Aslam
Editor: Rosyid

































