Taj Yasin Usulkan Adanya Integrasi Aplikasi Umum Pemerintah Pusat dan Daerah

MENJELASKAN: Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen menyampaikan integrasi antara aplikasi umum pemerintah pusat dan daerah dalam rapat Inventarisasi Materi Rancangan Undang-Undang secara virtual, Rabu (2/2). (Dok. Humas Jateng/Lingkarjateng.id)

MENJELASKAN: Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen menyampaikan integrasi antara aplikasi umum pemerintah pusat dan daerah dalam rapat Inventarisasi Materi Rancangan Undang-Undang secara virtual, Rabu (2/2). (Dok. Humas Jateng/Lingkarjateng.id)

SEMARANG, Lingkarjateng.id – Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, mengusulkan adanya integrasi antara aplikasi umum pemerintah pusat dengan yang dimiliki pemerintah daerah. Hal itu ia sampaikan saat menghadiri rapat Inventarisasi Materi Rancangan Undang-Undang tentang Pemerintahan Digital dengan Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI yang berlangsung secara virtual, Rabu (2/2). 

Taj Yasin mencontohkan, beberapa perizinan di Jawa Tengah yang menemui kendala lantaran belum sinkronnya aplikasi umum dengan aplikasi yang dimiliki oleh pemerintah daerah. Mulai dari perizinan sektor pendidikan, sektor koperasi hingga sektor usaha. Karena itu, dibutuhkan keseriusan bersama dalam mengatasinya. 

“Kalau kita mau menjabarkan, biasanya ini terkait dengan perizinan. Terkadang dari pemerintah pusat sudah menginformasikan seperti A memutuskan, tapi di aplikasi belum dibarengi dengan pemutakhiran aplikasi,” kata Taj Yasin yang mengikuti rapat virtual di Rumah Dinas Rinjani, Semarang.

Wagub Jateng Taj Yasin: Respon Cepat Aduan Warga melalui Medsos

Pada kesempatan itu, Gus Yasin, sapaan karib Taj Yasin juga menyampaikan berbagai upaya digitalisasi pelayanan publik yang dilakukan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah.  Antara lain, aduan masyarakat difasilitasi dengan kanal aduan Lapor Gub.

Kanal tersebut dapat diakses melalui website, hotline dan media sosial yang meliputi facebook, instagram, twitter, whatsapp, dan youtube. Selama periode Januari 2022, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menerima 1.972 aduan.

Kemudian, bagi masyarakat yang memiliki usaha, untuk memudahkan akses pasarnya, Gubernur Ganjar Pranowo menyediakan kanal instagram pribadinya dengan tajuk Lapak Ganjar. Di samping itu, difasilitasi pula dengan aplikasi Blangkon Jateng. Blangkon Jateng merupakan aplikasi pengadaan langsung barang dan jasa pemerintah secara elektronik, yang dikhususkan bagi produk UKM. 

Taj Yasin Resmikan Jembatan Sepan-Sragen setelah 11 Tahun Terputus

Bagi pelaku UKM yang butuh meningkatkan keahliannya, lanjutnya, diberikan fasilitas kursus online, UMKM Center Coworking Space dan belajar digital marketing yang bekerja sama salah satu marketplace terbesar di Indonesia. Masih banyak lagi layanan digital yang sudah dihadirkan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah. 

Semua layanan digital yang diberikan, lanjut Gus Yasin, akan mewujudkan tata kelola pemerintah yang baik. Teknologi memungkinkan terwujudnya pelayanan yang mudah, murah, cepat dan tuntas. Di samping itu, memungkinkan pula bagi masyarakat untuk mengawasi. 

“Perlu saya sampaikan disini, bahwa pemerintahan yang bersih itu, pemerintahan yang bisa diawasi oleh bukan hanya di (internal) pemerintahan saja, tetapi juga oleh masyarakat,” pungkasnya. (Lingkar Network | Koran Lingkar)