Pembangunan Kota Pusaka Lasem Capai 30 Persen

menteri PUPR

MENINJAU: Menteri PUPR Mochamad Basoeki Hadimoeljono, meninjau proyek pembangunan Kota Pusaka Lasem, Minggu (2/1). (R. Teguh Wibowo/Lingkarjateng.id)

REMBANG, Lingkarjateng.id – Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Mochamad Basoeki Hadimoeljono, meninjau lokasi pembangunan Kota Pusaka Lasem, Minggu (2/1). Bersama rombongan, Menteri PUPR Basoeki meninjau progres pelestarian wilayah Lasem melalui pembangunan Kota Pusaka Lasem yang sudah mencapai 30 persen, meliputi renovasi Masjid Jami’ Baiturrahman, bangunan pasar dan alun-alun serta pembangunan trotoar.

Khusus untuk trotoar, Basoeki meminta agar pembangunannya lebih panjang lagi. Menurutnya perbaikan pada trotoar akan menambah nuansa yang lebih baik untuk Lasem.

“Beberapa meter trotoar Daendels ini untuk lebih memberikan nuansa perbaikan kota Lasem, saya minta trotoarnya diperpanjang,” kata Menteri PUPR Basoeki.

Resmikan 4 Embung di Jateng, Jokowi Harapkan Peningkatan Produktivitas Pertanian

Selain itu, dirinya juga meminta untuk dilakukan penataan jalan Daendels (Pantura) yang melintasi Lasem. Dirinya berharap melalui tambahan penataan tersebut wajah Lasem akan semakin baik.

“Saya juga minta untuk diperpanjang penataan jalan Daendels ini, supaya Lasem bisa berubah menjadi Kota yang mudah-mudahan lebih baik ke depannya,” ucapnya.

Menteri Basoeki mengungkapkan, keinginannya mewujudkan Kota Pusaka Lasem didasari oleh nilai toleransi di Lasem yang menurutnya sangat luar biasa. Direncanakan bulan Agustus tahun 2022 pembangunan akan selesai.

“Lasem ini memang menjadi Kota Toleransi, baik agama maupun etnisnya. Ini yang mendorong saya untuk membuat program di Lasem ini, tidak ada yang lain,” ungkapnya.

Sementara itu, Wakil Ketua Komisi V DPR RI, Muhammad Arwani Thomafi mengatakan, pembangunan Kota Pusaka Lasem akan dikawal bersama-sama agar program pembangunan berjalan dengan baik.

“Ini program yang ada perspektif seninya, jadi harus betul-betul dikerjakan dengan lebih baik,” ujarnya.

Dirinya menambahkan, hasil akhir dari pembangunan Kota Pusaka Lasem adalah memelihara rasa toleransi di Lasem. Selain itu juga meningkatkan pertumbuhan ekonomi untuk memberikan kesejahteraan bagi masyarakat Lasem. (Lingkar Network | R. Teguh Wibowo – Koran Lingkar Jateng)

Exit mobile version