Gus Hanies Minta BKD Rembang Antisipasi Gelombang Pensiun

gus hanies minta BKD Rembang antisipasi gelombang pensiun

APEL: Wakil Bupati Rembang, Mochammad Hanies Cholil Barro’ saat apel pagi bersama jajaran Badan Kepegawaian Daerah (BKD), Kamis (27/1). (R. Teguh Wibowo/Lingkarjateng.id)

REMBANG, Lingkarjateng.id – Wakil Bupati Rembang, Mochammad Hanies Cholil Barro’ mengatakan, dalam sebuah bangunan bernama daerah kabupaten, sistem pemerintahan menjadi konstruksinya, dan birokrasi adalah fondasinya. Untuk itu, visi mewujudkan Rembang Gemilang 2026, akan sangat ditentukan oleh ketepatan konstruksi dan kekuatan fondasinya.

Hal itu diungkapkan Gus Hanies, sapaan akrab Wabup, saat apel pagi bersama jajaran Badan Kepegawaian Daerah Rembang (BKD Rembang), Kamis (27/1).

Gus Hanies menyebut untuk membuat fondasi dan konstruksi pengelolaan sumber daya dan kinerja Aparatur Sipil Negara (ASN) sangat penting dalam pemerintahan.

“Garap secara optimal itu assessment centre. Database-kan talenta-talenta unggul sebagai kader potensial. Faktanya, kita membutuhkan banyak talenta istimewa untuk menjawab tantangan-tantangan yang dinamis,” katanya.

Wakil Bupati Rembang Minta DPKP Lebih Greget dalam Bekerja

Gus Hanies ingin ketika gelombang pensiun menerpa, Pemkab Rembang telah mengantisipasinya. Pengelolaan pendidikan lanjutan bagi ASN lebih diperhatikan.

“Tugas belajar, izin belajar, bantuan beasiswa, dan pelatihan-pelatihan, harus diarahkan lebih baik,” imbuhnya.

Mulai awal tahun ini, dikatakannya, penilaian dan evaluasi kinerja aparatur dilakukan lebih cermat. ASN yang berprestasi diberi penghargaan dan indisipliner diberikan sanksi.

Kepala BKD Rembang, Afan Martadi menyebut ada sekitar 400-an ASN yang akan pensiun tahun ini. Terkait kondisi itu, pihaknya akan menerbitkan peraturan bupati tentang perencanaan kebutuhan pegawai.

“Sehingga perekrutan pegawai di Kabupaten Rembang sesuai dengan urusan-urusan yang diampu. Ada 32 urusan, sehingga itu kita breakdown, butuh apa saja. Misalnya kita butuh insinyur 17, butuh psikolog berapa, nanti bisa terpetakan di situ dalam perencanaan, seperti itu kaitannya pensiun dan perencanaan,” tandasnya. (Lingkar Network | R. Teguh Wibowo – Koran Lingkar)

Exit mobile version