Walikota Hendi Larang Sekolah di Semarang Wajibkan Beli Seragam

MEMBAUR: Wali kota Semarang Hendrar Prihadi menyapa para siswa saat menyambangi SD Srondol Kulon Semarang. (Adimungkas/Koran Lingkar/Lingkarjateng.id)

MEMBAUR: Wali kota Semarang Hendrar Prihadi menyapa para siswa saat menyambangi SD Srondol Kulon Semarang. (Adimungkas/Koran Lingkar/Lingkarjateng.id)

SEMARANG, Lingkarjateng.id –  Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang melarang sekolah  mewajibkan siswa untuk membeli seragam. Hal itu ditegaskan Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi saat menerima informasi terkait keluhan masyarakat terhadap kewajiban membeli seragam sekolah.

Hendi menegaskan bahwa sekolah di wilayah Ibu Kota Jawa Tengah harus saling bekerja sama dan mempunyai semangat gotong royong dalam memberikan fasilitas kepada peserta didik baik keluarga mampu maupun tidak mampu. Hal tersebut ia maksudkan untuk meminimalisir adanya orang tua siswa yang terbebani.

“Ya enggak usah wajiblah. Sekarang kalau enggak mampu, bagaimana? Yang terpenting adalah prestasi,” terangnya.

Hendi, sapaan akrabnya, mengimbau kepada seluruh sekolah di Kota Semarang agar tidak memaksa wali murid. Sebaliknya, ia mengarahkan pihak sekolah untuk memberikan perhatian khususnha kepada keluarga yang kurang mampu.

“Harus memberikan prioritas kepada adik-adik kita yang kurang mampu,” perintahnya.

Hendi menuturkan terkait persoalan seragam tidak dipandang sebagai sebuah keharusan dalam proses pendidikan. Ia menilai, seragam bukanlah acuan dalam menentukan prestasi bagi anak didik.

“Tidak usah memaksa, yang penting semuanya happy. Sekolahnya punya performance bagus, peserta didik juga tidak terasa terbebani,” pesannya.

Hendi menambahkan, pihak sekolah bisa memberikan bantuan bagi siswa yang kurang mampu. Dengan begitu, pendidikan bisa berjalan lebih efektif.

“Sekolah bisa mencarikan bantuan. Supaya anak-anak yang kurang mampu juga bisa punya seragam seperti teman-teman yang lain,” terangnya.

Senada diungkapkan oleh Sekretaris Dinas Pendidikan Kota Semarang, M. Ahsan. Ia menjelaskan, tidak ada paksaan soal membeli seragam. Oleh karena itu, ia meminta bagi pihak yang keberatan dengan persoalan seragam untuk segera melapor ke Dinas Pendidikan Kota Semarang agar dapat ditindaklanjuti.

“Layanan seragam di sekolah sifatnya sukarela, tidak boleh mewajibkan. Jika ada sekolah yang mewajibkan mohon kami diinformasikan, agar segera dapat kami ingatkan,” tandasnya. (Lingkar Network | Adimungkas – Koran Lingkar)