Tradisi Syawalan, Momentum Tingkatkan Ekonomi Warga Rembang

Tradisi Syawalan, Momentum Tingkatkan Ekonomi Warga Rembang

MERIAH: Gunungan ketupat dan lepet yang diarak saat pembukaan tradisi Syawalan. (R. Teguh Wibowo/Lingkarjateng.id)

REMBANG, Lingkarjateng.idTradisi Syawalan dibuka secara resmi, Senin (9/5) oleh Bupati Rembang H. Abdul Hafidz. Proses pembukaan dimulai dari rombongan Bupati Rembang dan Wakil Bupati Rembang Mochamad Hanies Cholil Barro’ serta Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Rembang berjalan kaki dari Kantor Bupati menuju Taman Rekreasi Pantai (TRP) Kartini dengan diiringi dua gunungan ketupat dan lepet.

Kelompok Tong-Tong Klek bernama Paguron dari Desa Mondoteko sebagai pemenang juara 3 Festival Tong-Tong Klek bulan Ramadhan tahun ini pun tampil dalam pembukaan tradisi Syawalan. Tak hanya itu, Tari Kupatan pun ditampilkan dari penari-penari Sanggar Tari Galuh Ajeng.

Dalam kesempatan itu gunungan yang berisi ribuan ketupat dan lepet pun dibagikan dan diperebutkan oleh pengunjung yang datang ke tradisi Syawalan. Ada sekitar 170-an pedagang yang terdaftar dalam tradisi Syawalan kali ini. Dari kesepakatan sewa, mereka akan menempati lapak di sana sampai tanggal 13 Mei mendatang.

Tradisi Sedekah Laut Rembang Kembali Digelar Tahun Ini

Bupati Hafidz dalam sambutannya mengatakan, event bertajuk Kangen Syawalan ini merupakan momentum sebagai upaya meningkatkan pertumbuhan ekonomi masyarakat, setelah dua tahun tradisi Syawalan ditiadakan. Pasalnya, selama Syawalan ini kunjungan wisatawan ke Kota Garam melonjak tajam.

Setelah Lebaran sampai hari Minggu 8 Mei 2022, data Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Dinbudpar) Kabupaten Rembang tercatat ada 12 ribu lebih wisatawan berkunjung ke TRP Kartini, setelah dua tahun tutup karena adanya pandemi. Sedangkan total kunjungan di seluruh destinasi wisata yang ada di Kabupaten Rembang mencapai 227 ribu lebih.

Bupati Rembang memperkirakan dengan adanya tradisi Syawalan di TRP Kartini, mampu mendongkrak jumlah kunjungan wisata lagi.

“Senin dan Selasa ini gongnya Syawalan, mungkin di TRP Kartini tidak hanya 2.000 kunjungan atau 3.000 kunjungan, bisa saja puluhan ribu. Kalau kita hitung, katakan 250 ribu. Besok kita bisa menghitung satu orang mengeluarkan Rp 100 ribu berarti Rp 25 miliar uang yang bergerak di wilayah kita. Inilah yang Bapak Presiden inginkan, bisa mengendalikan covid-19 juga pertumbuhan ekonomi cepat,” ungkapnya.

Idul Fitri, Rutan Rembang Buka Layanan Lebaran Virtual

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Rembang, Mutaqin menambahkan, TRP Kartini yang menjadi pusat lokasi Syawalan sudah dua tahun ditutup karena pandemi. Namun setelah dibuka usai lebaran sampai hari Minggu kemarin sebanyak 12.435 orang datang ke TRP Kartini.

“Rata-rata sehari bisa mencapai 2.000 pengunjung. Sedangkan tertinggi kemarin hari minggu mencapai 3.766 pengunjung.” tuturnya.

Heni Puspitasari warga Desa Karasgede mengaku, ia selalu datang ke Syawalan bersama keluarga. Disana, dirinya selalu berbelanja mainan anak dan gerabah.

“Ya senang selalu ke sini kalau Syawalan, kemarin dua tahun kan tidak ada. Beli mainan pastinya sama perabot rumah tangga dan gerabah,” ungkapnya.

Dari pantauan di hari Senin kemarin, TRP Kartini dikunjungi banyak orang yang ingin mengobati rindu terhadap tradisi tahunan ini. Petugas pun tampak mengatur arus lalu lintas agar tak terjadi kemacetan di depan TRP Kartini sampai depan Kantor Bupati. (Lingkar Network | R. Teguh Wibowo – Koran Lingkar)