Sakral, HUT ke-273 Blora Diwarnai Kirab Pusaka Kiai Bisma

KHIDMAT: Suasana Kirab Pusaka Kiai Bisma yang digelar untuk memperingatu HUT ke-273 Kabupaten Blora pada Minggu, 4 Desember 2022 dini hari. (Lilik Yuliantoro/Lingkarjateng.id)

KHIDMAT: Suasana Kirab Pusaka Kiai Bisma yang digelar untuk memperingatu HUT ke-273 Kabupaten Blora pada Minggu, 4 Desember 2022 dini hari. (Lilik Yuliantoro/Lingkarjateng.id)

BLORA, Lingkarjateng.idKirab Pusaka Kiai Bisma mewarnai rangkaian peringatan hari jadi ke-273 Kabupaten Blora. Kirab pusaka ini digelar setahun sekali setiap Sabtu Pon pada bulan Desember.

Kirab pusaka temu gelang itu dimulai dari pendopo rumah dinas Bupati Blora menuju ke Jalan RA Kartini, Jalan Dr Soetomo, Jalan Tentara Pelajar dan kembali ke pendopo rumah dinas bupati.

Sebelum dikirab, pusaka Keris Kiai Bisma telah dilakukan proses penjamasan pada Sabtu, 3 Desember 2022. Selain itu, juga ada dua keris milik pribadi Bupati Blora, Arief Rohman, yang turut serta dijamas dalam kegiatan tahunan ini.

Dalam proses kirab pusaka, warga bisa melihat secara langsung pusaka Keris Kiai Bismo peninggalan Bupati Blora terdahulu, yang diwariskan turun temurun kepada Bupati selanjutnya. Selam prosesi kirab yang dilaksanakan tengah malam ini, peserta kirab dilarang berbicara atau tapa bisu.

“Momen yang langka ini setahun sekali adanya. Saya dan masyarakat bisa melihat secara langsung benda-benda pusaka peninggalan leluhur-leluhur Blora yang masih terawat dengan baik,” ujar Sony, salah satu warga yang menyaksikan kirab pusaka pada Minggu, 4 Desember 2022 dini hari.

Warga lainnya, Nurhadi, menambahkan bahwa benda pusaka bukan hanya menjadi kebanggaan pemerintah daerah saja melainkan menjadi kebanggaan masyarakat pribumi Blora dan sekaligus bisa memberikan edukasi untuk generasi milenial.

“Kirab ini, paling penting bagi generasi muda yang jarang sekali pergi ke tempat pusaka. Di momen hari jadi, setiap tahunnya anak- anak bisa tahu benda-benda pusaka yang khas dari Kabupaten Blora,” tuturnya.

Menurut Nurhadi, dengan adanya kirab pusaka ini, generasi muda diharapkan bisa mampu menerjemahkan nilai-nilai luhur yang diwariskan. Sekaligus mampu meneruskan mimpi-mimpi, serta mampu mengimplementasikan spirit pembangunan yang di cita-citakan oleh para leluhur terdahulu.

“Semoga ini, mampu membawa perubahan untuk yang muda-muda. Perubahan dari pola pikir, mindset, peradaban, dan ekonomi. Mudah- mudahan Blora lebih baik lagi, bergandeng erat, bergerak cepat, masyarakatnya gemah ripah loh jinawi. Sesarengan mbangun Blora berkelanjutan,” tandasnya. (Lingkar Network | Lilik Yuliantoro – Koran Lingkar)