Punya Program Unggulan, TK HWK Getas Pejaten Kudus Jadi Idola

Punya-Program-Unggulan,-TK-HWK-Getas-Pejaten-Kudus-Jadi-Idola

PENTAS: Sejumlah siswa TK HWK Getas Pejaten usai mementaskan tarian lokal untuk mengenalkan budaya ke masyarakat. (Istimewa/Koran Lingkar)

KUDUS, Lingkarjateng.id – TK HWK (Himpunan Wanita Karya) Getas Pejaten, Kecamatan Jati, Kabupaten Kudus mampu memikat hati masyarakat dengan program unggulan yang ditawarkan. Salah satunya yaitu, melalui pengenalan kearifan lokal pada anak-anak didik.

Kepala TK HWK Getas Pejaten, Dina Olivia menjelaskan bahwa, pengenalan kearifan lokal tersebut sering dilakukan saat belajar di luar kelas. Hal itu dilakukan dengan tujuan, selain mengenalkan anak akan budaya sekitar, namun juga menumbuhkan rasa bangga kepada budayanya.

Lebih lanjut, Dina menjelaskan, kegiatan tersebut dimulai dengan hal yang sederhana, seperti pengenalan tempat perahan sapi yang ada di sekitar Desa Getas Pejaten dan pengenalan budaya Kudus serta anak diajak mengenal kota ini dengan mengunjungi Museum Kretek Kudus.

Disdikpora Kudus Dukung Sekolah Buka Kelas Unggulan

“Tujuannya, untuk menumbuhkan kesadaran anak sejak dini agar lebih mencintai budaya yang sudah diwariskan oleh nenek moyang kita. Kami berharap dengan begitu anak bisa melestarikannya dengan rasa cinta pada bangsa dan negara kita Indonesia,” jelasnya.

TK HWK Getas Pejaten ini memiliki visi “Kreatif dalam Prestasi menuju Masa Depan yang Berlandaskan Iman dan Takwa”, tak hanya sebatas mengenal kearifan lokal semata. Tetapi, juga banyak anak didik di TK HWK Getas Pejaten yang berprestasi Juara 1 Tari Kretek dan Tari Kreasi dari tingkat kecamatan, tingkat kabupaten, hingga tingkat provinsi.

TK HWK Getas Pejaten ini terletak di Gang Gatutkaca RT 08 RW 01 Kecamatan Jati, Kabupaten Kudus. TK HWK Getas Pejaten tak hanya menuai prestasi dari para siswa. Namun, guru-gurunya juga banyak yang mengukirkan nama mereka, di antaranya Juara Harapan Satu Gerak dan Lagu Tingkat Jawa Tengah, hingga Juara 2 Kepala Sekolah Berprestasi Tingkat Kabupaten.

Alhamdulillah, dengan program unggulan Tari Kretek dan pengenalan kearifan lokal serta baca tulis Al-Quran. Kami saat ini masih mendapat amanat dari masyarakat Kudus untuk mengajar 52 murid dengan 4 orang guru,” pungkasnya. (Lingkar Network | Koran Lingkar)