Potensi Alun-Alun Kembangjoyo Pati, Ampuh Kurangi Pengangguran

POTRET: Suasana Alun-Alun Kembangjoyo, Kelurahan Kalidoro, Kecamatan Pati, Kabupaten Pati saat menjelang petang. (Arif Febriyanto/Lingkarjateng.id)

POTRET: Suasana Alun-Alun Kembangjoyo, Kelurahan Kalidoro, Kecamatan Pati, Kabupaten Pati saat menjelang petang. (Arif Febriyanto/Lingkarjateng.id)

PATI, Lingkarjateng.idKeberadaan Alun-Alun Kembangjoyo yang berada di Kelurahan Kalidoro, Kecamatan Pati, Kabupaten Pati berpotensi ampuh mengurangi angka pengangguran, khususnya bagi masyarakat Kelurahan Kalidoro.

Meski dikelola oleh Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagperin) Kabupaten Pati, Kepala Kelurahan Kalidoro, Deny Darmawan, merasa bersyukur dengan adanya pusat keramaian di wilayahnya itu.

Deny menilai, lokasi Alun-Alun Kembangjoyo di Kelurahan Kalidoro merupakan lokasi yang strategis. Apalagi, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pati telah memindahkan para Pedagang Kaki Lima (PKL) dari yang semula berada di Desa Puri, Kecamatan Pati ke Alun-Alun Kembangjoyo.

“Memang untuk pengelolaan dari Disdagperin Pati. Lapak-lapak itu memang sudah ada datanya, karena itu ‘kan perpindahan Alun-Alun Simpang Lima. Hanya saja memang kebetulan ditempatkan di Kelurahan Kalidoro. Awal mulanya saya kurang paham. Tapi mungkin secara survei dari pihak stakeholder terkait, dulu ‘kan pernah di Perhutani Puri. Mungkin di sini dinilai strategis, karena ini juga milik aset Pemkab Pati,” ujar Deny, beberapa waktu lalu.

Salah satu dampak dari keberadaan Alun-Alun Kembangjoyo, lanjut Deny, angka pengangguran masyarakat Kalidoro mulai berkurang. Beberapa di antaranya bekerja sebagai pedagang, tukang parkir, petugas kebersihan dan petugas keamanan yang dikelola oleh karang taruna setempat.

“Kalau pedagang yang berjualan di Alun-Alun Kembangjoyo ada 10 orang. Kalau yang bekerja (selain itu) ada tukang parkir, (dibina) oleh karang taruna dan paguyuban. Ada kebersihan juga. Keinginan saya ya kalau (pekerjaan) kebersihan dan keamanan warga Kalidoro (untuk) mengurangi pengangguran,” imbuhnya.

Deny berharap dengan adanya Alun-Alun Kembangjoyo, mampu menampung keberadaan Pedagang Kaki Lima (PKL) yang tidak punya tempat berjualan. Terlebih, imbas dari dampak pandemi Covid-19 yang membuat banyak masyarakat kehilangan pekerjaan.

“Harapannya pasti perekonomian naik, karena pasca Covid-19. Industri kecil seperti UMKM juga bisa bangkit kembali. Diharapkan juga masyarakat sekitar juga dampaknya positif, terutama pendapatannya. Selain itu, penertiban PKL-PKL di Kabupaten Pati juga tidak sembarangan, itu malah bagus,” terangnya.

Ia juga berharap, ada perluasan Alun-Alun Kembangjoyo guna menampung tenaga kerja lebih banyak, terutama bagi PKL. (Lingkar Network | Arif Febriyanto – Lingkarjateng.id)

Exit mobile version