Pemkab Rembang Ciptakan Layanan Informasi Sipuma dan Sintatera

Pemkab Rembang Ciptakan Layanan Informasi Sipuma dan Sintatera

BERI KETERANGAN: Kepala Dindagkop UKM Kabupaten Rembang, M. Mahfudz saat memberikan keterangan. (R. Teguh Wibowo/Lingkarjateng.id)

REMBANG, Lingkarjateng.id – Dalam rangka mewujudkan Rembang Smart City 2026, Pemkab Rembang me-launching aplikasi Rembang Gemilang Mobile usai upacara Hari Jadi Kabupaten Rembang ke-281 pada Rabu, 27 Juli 2022 lalu. Usai peluncuran aplikasi tersebut sebagai sarana rujukan informasi sekaligus pelayanan bagi masyarakat, sejumlah aplikasi lain juga mulai diintegrasikan.

Aplikasi yang dimaksud salah satunya yaitu Sistem Informasi Pelayanan UMKM Maju (Sipuma). Sipuma dikelola oleh Pemerintah Kabupaten Rembang (Pemkab Rembang) melalui Dinas Perdagangan Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Dindagkop UKM) Kabupaten Rembang.

Kepala Dindagkop UKM Kabupaten Rembang, M. Mahfudz mengatakan, ada dua layanan informasi yang bisa langsung diakses melalui Rembang Gemilang Mobile, sebagai salah satu langkah guna mewujudkan Rembang Smart City.

Selain Sistem Informasi Pelayanan UMKM Maju atau yang lebih dikenal dengan sebutan Sipuma, ada Sintatera yang merupakan sistem yang dapat diakses oleh masyarakat seputar permintaan tera ulang timbangan agar tidak ada yang dirugikan dalam transaksi.

Wujudkan Smart City, Pemkab Luncurkan Aplikasi Rembang Gemilang Mobile

“Pelayanan Sintatera, sistem informasi tera dan tera ulang sebagai alat ukur timbang yang kita berikan dalam rangka menjamin masyarakat menerima barang yang ditransaksikan,” jelasnya.

Meski baru launching, Rembang Gemilang Mobile secara bertahap akan terus disempurnakan menjadi sebuah aplikasi di ponsel pintar yang memiliki banyak fungsi untuk mengikuti perkembangan teknologi kekinian.

Bupati Rembang, Abdul Hafidz pun mengapresiasi atas diintegrasikannya aplikasi Sipuma dan Sintatera di Rembang Gemilang Mobile. Melalui aplikasi itu, para pelaku UMKM diharapkan bisa lebih mudah mengakses informasi maupun mengembangkan usahanya.

Menurutnya, UMKM merupakan pilar penting dalam pertumbuhan perekonomian di Rembang, yang memiliki hampir 100 ribu orang pelaku UMKM. Sehingga, dibutuhkan kemudahan akses informasi dan pelayanan bagi pelaku UMKM, untuk menunjang percepatan peningkatan kualitas usahanya.

“UMKM ini menjadi prioritas di dalam perekonomian kita. Karena UMKM ini di samping mampu bertahan, juga bisa meningkatkan pertumbuhan ekonomi, sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” pungkasnya. (Lingkar Network | R. Teguh Wibowo – Koran Lingkar)