Pemkab Pati Diminta Reboisasi Hutan Pegunungan Kendeng

Kades Sinomwidodo, Rakimin saat ditemui di kantornya. (Arif Febriyanto/Lingkarjateng.id)

Kades Sinomwidodo, Rakimin saat ditemui di kantornya. (Arif Febriyanto/Lingkarjateng.id)

PATI, Lingkarjateng.id – Banjir bandang yang sempat menerjang menerjang Desa Sinomwidodo, Kecamatan Tambakromo, Kabupaten Pati baru-baru ini menyebabkan ratusan warga mengungsi. Penyebab banjir itu salah satunya disinyalir karena alih fungsi hutan di Pegunungan Kendeng menjadi lahan jagung. Ketiadaan hutan sebagai sumber resapan air, menyebabkan air hujan dengan intensitas tinggi menerjang pemukiman.

Kepala Desa Sinomwidodo, Rakimin berharap ada tindakan nyata dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pati dalam mereboisasi kawasan hutan di Pegunungan Kendeng. Sebagai desa yang sebagian wilayahnya merupakan kawasan Kendeng, Rakimin merasa sangat dirugikan karena alih fungsi hutan menyebabkan ratusan warganya menderita dalam musibah banjir bandang pada 30 November 2022.

“Harapan saya sebagai pemerintah desa dan masyarakat ingin mengembalikan fungsi hutan. kita tahu selama ini hutan gundul, sekarang jadi tanaman jagung tidak ada tanaman keras untuk menyimpan air,” ucapnya.

Selain alih fungsi hutan, Rakimin juga mengeluhkan keberadaan sungai yang semakin dangkal. Menurutnya, sungai yang berada di sebelah timur Desa Sinomwidodo sudah tidak mampu menampung debit air hujan yang turun dengan intensitas tinggi.

“Fungsi sungai juga berkurang, sekarang sudah dangkal. Jadi perlu adanya normalisasi. Kebanyakan drainase makin sempit. Apalagi jalan baru tidak dibangun drainase,” tambahnya.

Akibat dari peristiwa nahas itu juga, Rakimin mengeluhkan kondisi jalan penghubung antar desa yang rusak parah. Bersama dengan pemerintah desa, dirinya memohon kepada Pemkab Pati untuk segera memperbaiki jalan rusak. Karena menurutnya jalan adalah akses penting bagi aktivitas warga.

“Juga masalah infrastruktur terutama jalan sudah rusak. Harapan kami, pemerintah daerah membantu normalisasi sungai dan hutan. Karena imbasnya ini di segala bidang,” harapnya.

Ia juga berharap kades yang lain seperti Kades Godo dan Gunungpanti karena sama-sama terdampak, untuk menyuarakan penghijauan pegunungan Kendeng, dengan harapan kejadian serupa tidak terulang kembali. (Lingkar Network | Arif Febriyanto – Lingkarjateng.id)