Pembangunan Tahap Pertama, Alun-Alun Rembang dipasang Lampu 4000 Watt

Pembangunan Tahap Pertama Alun Alun Rembang Lebih Menyala

MEGAH: Alun-alun kota Rembang bagian utara sedang dalam proses penataan. ( R.TEGUH WIBOWO/KORAN LINGKA )

REMBANG, Lingkarjateng.idAlun-alun Rembang mulai ditata ulang untuk lebih dipercantik pada tahun ini. Sejumlah titik nampak telah dibongkar, seperti jalur jaring listrik, tiang lampu dan saluran air.

Sebelumnya Pemerintah Kabupaten Rembang menggelontorkan anggaran sebesar Rp 8,7 miliar untuk mempercantik alun-alun Rembang. Penggunaan anggaran tersebut dibagi menjadi 2 tahap.

Kepala Bidang Penataan Bangunan dan Bina Jasa Konstruksi Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPU TARU) Rembang Agus Himawan, Rabu (16/11) menyampaikan. pada tahap pertama di tahun 2022 penataan alun-alun dialokasikan senilai Rp 1,7 miliar.

Sedangkan penataan alun-alun tahap kedua dikerjakan pada tahun 2023 mendatang dengan anggaran sekitar Rp 7 miliar. Diungkapkannya pada penataan tahap pertama difokuskan pada titik yang bersifat mendesak.

Seperti perombakan pada tiang lampu yang saat ini kondisinya sudah keropos dengan jumlah 32 lampu. Kemudian juga dibuatkan jaringan listrik baru. Berbeda dengan sebelumnya, jaringan listrik yang ditata kali ini dibuat terpendam di dalam tanah.

“Soalnya jaringan listrik yang lama itu sudah tidak diketahui jaringannya seperti apa. Kemudian lampunya itu kan pakai kabel diatas semua, dari segi estetik kan sudah tidak bagus. Makanya kita buat jaringan baru semua, jaringannya di dalam tanah semua,” bebernya.

Salah satu keuntungan listrik bawah tanah, lanjut dia, tidak terpengaruh kondisi cuaca. Berbeda dengan jaringan listrik udara yang sangat mudah terpengaruh dengan cuaca, contohnya seperti terpaan angin kencang ataupun terik panas matahari yang dapat membuat kabel memuai.

Selain tidak mengganggu pemandangan, keuntungan jaringan listrik bawah tanah juga lebih memudahkan dalam mendeteksi kerusakan. Sehingga ketika terjadi kerusakan pada jaringan listrik, bisa ditangani dengan mudah dan cepat.

“Soalnya sampai sekarang DLH sebagai pengelola alun-alun itu kesulitan mencari jaringan lama itu tidak bisa. Makanya kita ganti semua,” terangnya.

Kemudian juga ada penggantian lampu di 4 tiang yang letaknya di setiap sudut alun-alun rembang. Seperti yang diketahui, saat ini lampu berjumlah 8 biji dengan dengan ukuran besar dan tiang yang menjulang tinggi itu kondisinya mati keseluruhan.

Lampu tersebut, kata dia, akan diganti dengan lampu Light Emitting Diode (LED) dengan daya 500 watt. Setiap tiang terdapat 2 lampu, maka ada daya 1000 watt yang akan menerangi di masing-masing sudut alun-alun Rembang.

“Kita ganti lampu LED 500 watt. Satu titik itu kan ada 2 lampu, jadi ada 1.000 watt. Kemudian dikalikan 4 jadi total ada 4.000 watt untuk 4 tiang lampu,” ucapnya.

Selanjutnya penggantian pada pot tanaman yang saat ini kondisinya mengalami kerusakan akibat akar pohon yang semakin naik. Pot dan akar yang naik itu bakal diratakan terlebih dahulu kemudian diberi semacam besi yang melingkari pohon.

“Kita ganti pakai braket besi melingkar. Jadi kalau akarnya naik bisa kita potong. Kemudian kita beri lampu spot, seperti di Malioboro itu kan ada braket besi bundar, jadi seperti itu. Jadi pohonnya tetap, kami tidak merubah pohon,” jelasnya.

Setelah itu juga ada penambahan 4 pergola dengan bentuk melengkung yang terletak di bagian sebelah timur alun-alun. Kedepannya pergola tersebut menyatu dengan pembangunan air mancur yang akan mulai dibangun di tahun depan.

Tak kalah penting, saluran air yang mengelilingi alun-alun juga menjadi fokus pada pembangunan tahap pertama ini. Karena selama ini saluran air di alun-alun kondisinya mampet karena kotoran sampah dan menimbulkan bau yang tak sedap.

“Itu nanti kita tutup beton, kemudian kita bersihkan biar saluran air lancar. Saat ini kan itu ada yang macet dan bau juga, itu yang kita utamakan. Kita ambil yang perlu-perlu dulu yang mendesak, nanti tahun depan yang belum akan kita laksanakan lagi. Karena desainnya sudah total, jadi tidak tambal sulam,” ujarnya.

Dirinya mengungkapkan progres pembangunan pada tahap 1 ini tinggal menunggu kiriman lampu yang diproduksi dari pabrik. Seluruh tempat pemasangan seluruhnya sudah siap. Sehingga Ketika lampu datang, langsung dilanjutkan dengan pemasangan.

“Makanya belum kelihatan, tapi kan tempat-tempat lampu sudah kita siapkan semua. Nanti kalau lampu datang tinggal pasang semua,” kata dia.

Sementara untuk pembangunan di tahun 2023, bagian yang menjadi sasaran penataan yaitu penggantian keramik Alun-Alun dengan granit. Bagian tengah sebelah utara juga akan dibangun replika kapal sebagai daerah pesisir.

“Jadi itu nanti akses masuknya dari utara. Jadi dari tulisan alun-alun Rembang itu nanti masuk kemudian di bagian tengahnya ada replika kapal, “ ujarnya.

Kemudian pojok barat dan timur bagian utara Alun-Alun juga akan dibuat air mancur seperti halnya tugu adipura. Kemudian penggantian pegangan besi pada tangga dan kursi tempat duduk yang tersedia saat ini juga bakal ikut diganti. ( R. Teguh Wibowo – Koran Lingkar / Lingkarjateng.id )