Pelatihan Packaging UMKM, Wakil Ketua DPRD Jepara Junarso: Berdayakan Kaum Difabel

EMPATI: Wakil Ketua DPRD Jepara, Junarso (tengah, baju hitam) foto bersama dengan peserta pelatihan packaging UMKM bagi kaum difabel. (Muslichul Basid/Lingkarjateng.id)

EMPATI: Wakil Ketua DPRD Jepara, Junarso (tengah, baju hitam) foto bersama dengan peserta pelatihan packaging UMKM bagi kaum difabel. (Muslichul Basid/Lingkarjateng.id)

JEPARA, Lingkarjateng.id – Sektor Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) sepertinya menjadi salah satu sektor yang menjadi bidikan dalam kemajuan ekonomi. Maka dari itu, berbagai macam fasilitas dan pelatihan terus digencarkan guna mendukung kemajuan sektor UMKM.

Hal ini disampaikan Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jepara, Junarso dalam pelatihan packaging produk yayasan difabel Jepara bersama Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah, Tenaga Kerja dan Transmigrasi (DiskopUKMtrans) Jepara di Cafe Joglo Kebon, Desa Bapangan, Jepara pada baru-baru ini.

“Pelatihan ini bertujuan agar dapat menghasilkan difabel preneur yang mampu berjuang untuk cita-cita dan impian mereka,” ujar Junarso.

Menurut Junarso, kemasan (packaging) dapat meningkatkan nilai jual dari suatu produk dan jasa, karena menyangkut estetika, ketahanan dan keamanan sekaligus merupakan nilai jual dan citra produk.

“Kemasan yang menarik akan menambah nilai jual dari produk yang bapak ibu tawarkan, karena kemasan merupakan hal pertama yang dilihat dari konsumen saat akan membeli produk,” jelasnya.

Junarso berharap, dengan digelarnya pelatihan tersebut akan semakin meningkatkan kualitas dari setiap produk unggulan khas Kabupaten Jepara terlebih di tengah persaingan penjualan secara daring maupun secara konvensional.

“Tentunya setiap produk harus punya Unique Selling Point agar terus dibeli masyarakat,” imbuhnya.

Selain itu, Junarso mengatakan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk memberdayakan para difabel yang sudah mempunyai usaha sebagai lanjutan pelatihan sebelumnya diberikan bantuan usaha.

Para peserta juga menerima berbagai pelatihan seperti pengembangan usaha, membangun motivasi hingga pengelolaan keuangan dari Community Development yaitu The Local Enablers.

“Dengan kapabilitas dirinya sebagai seorang disabilitas, diharapkan dapat mempersiapkan diri sebagai bagian dari masyarakat digital ekonomi Indonesia,” tandasnya. (Lingkar Network | Muslichul Basid – Koran Lingkar)