Pecahkan Rekor Muri, Pemkab Sukses Gelar Grebeg Besar Demak

Pemkab-Sukses-Gelar-Grebeg-Besar-Demak-Hingga-Pecahkan-Rekor-Muri

MERIAH: Pawai delman dalam Grebeg Besar Demak, Senin (10/7). (Tammalia Amini/Lingkarjateng.id)

DEMAK, Lingkarjateng.id – Grebeg Besar Demak tahun 2022 sudah dilaksanakan dengan penuh kejutan dan kemeriahan. Sebuah torehan sejarah telah dituliskan. Tidak hanya sekadar memberikan gratis tiket masuk, tetapi banyak sekali sejarah baru dan pertama kali dilakukan pada event Grebeg Besar tahun ini. Bahkan, event ini memecahkan MURI dengan kategori pawai delman terbanyak.

“Ini merupakan sebuah torehan sejarah, kali pertama diadakan pasca pandemi,” kata Bupati Demak Eisti’anah dalam Talk Show RSKW 104.8 FM, yang didampingi Plt Kepala Dinas Pariwisata Endah Cahyarini, Senin (11/7).

Bahkan, dalam persiapan pawai delman, panitia sempat kewalahan. Hal ini karena banyaknya kendala yang ditemui panitia Grebeg Besar Demak.

“Sampai hari H kemarin sebenarnya banyak yang mengundurkan diri delmannya, karena ternyata Idul Adha tanggal 10. Sebagian delman ada yang sudah di-booking untuk acara pernikahan, khitan, kudanya kecelakaan atau sedang tidak sehat. Jumlahnya sekitar 137 jadinya, ditambah 2 kereta kencana,” ujarnya.

Di sisi lain, Bupati Demak merasa bangga dengan antusias masyarakat yang turut menyemarakkan kegiatan puncak Grebeg Besar Demak tahun 2022. Karena, sudah 2 tahun momen tahunan Grebeg Besar ini tidak dapat diselenggarakan karena pandemi Covid-19.

“Tentunya saya pribadi mewakili Pemerintah Kabupaten Demak merasa senang dan bangga, karena masyarakat merasa senang dan terhibur. Apalagi ini tercatat menjadi iring-iringan terpanjang yang melibatkan sebanyak 137 bendi atau dokar yang mengiringi prajurit patangpuluhan dan 2 kereta kencana. Sehingga masuk dalam Museum Rekor Indonesia yang semula pemecah rekor MURI dengan 125 bendi,” ungkap Bupati. 

Disinggung kegiatan Tumpeng Songo yang diselenggarakan pada malam takbir Idul Adha, Plt. Kepala Dinas Pariwisata, Endah Cahyarini menyampaikan bahwa, tumpeng yang dibuat ini memang asli berisi tumpeng, dan hasil bumi dari Kabupaten Demak yang memiliki makna tersendiri. 

“Untuk makna dari Tumpeng Songo sendiri yakni tumpeng sejumlah sembilan yang melambangkan jumlah wali yang telah membangun dan mendirikan masjid kebanggaan masyarakat Islam di Bintoro Demak dan menjadi ikon Demak Kota Wali,” kata Endah. 

Ditambahkan Endah untuk tumpeng sendiri merupakan suatu bentuk syukur kita kepada Allah SWT atas rezeki yang telah diberikan kepada kita semua. Ia berharap kecukupan pangan di Kabupaten Demak selalu tanpa kekurangan apapun, gemah ripah loh jinawi.

“Gunungan hasil bumi, juga ungkapan bentuk syukur kepada Allah SWT atas hasil bumi kita yang dapat memenuhi kebutuhan masyarakat Demak. Semoga Allah SWT senantiasa memberikan kesuburan tanah dan tumbuhan terhindar dari hama sehingga dapat menghasilkan buah atau hasil yang berlimpah,” tambah Endah Cahyarini. (Lingkar Network | Tammalia Amini – Koran Lingkar)