Meski Hari Kerja, Bioskop Pati Tetap Digeruduk Penonton

bioskop pati

MENGULAR: Antrean tiket Bioskop Pati luber hingga ke lantai bawah Plaza Pragolo Pati, Rabu (11/5). (Arif Febriyanto/Lingkarjateng.id)

PATI, Lingkarjateng.id – Meski sudah memasuki hari kerja, Bioskop Pati yang berada di Plaza Pragolo, turut Desa Margorejo, Kecamatan Margorejo tetap digeruduk antrean penonton. Mereka didominasi para remaja usia sekolah, yang mengaku penasaran dengan film KKN di Desa Penari.

Film yang viral di Twitter pada tahun 2019 ini, sejak pemutaran perdananya hingga saat ini, Rabu (11/5) memang selalu padat penonton. Berdasarkan pantauan di lokasi, terlihat antrean panjang para pengunjung yang ingin menyaksikan film KKN di Desa Penari dan beberapa film lainnya.

Tingginya animo masyarakat untuk menonton film menjadi berkah tersendiri bagi pemilik kantin yang ada di lantai dasar Plaza Pragolo. Salah satunya adalah kantin milik Bu Legi, dirinya mengaku mengalami peningkatan omset penjualan setelah sempat lesu karena dihantam pandemi.

Bioskop Pati Dipadati Penonton Film KKN di Desa Penari

“Sangat bersyukur, ramai pengunjung yang nonton bioskop. Jadi, Alhamdulillah ikut mendongkrak peningkatan omset. Dalam satu hari, Alhamdulillah rata-rata Rp 1 juta. Berbeda dengan hari-hari sebelumnya, hanya sedikit pendapatan dari jualan makanan minuman di sini,” ungkap Bu Legi.

Membludaknya jumlah pengunjung yang antre tiket membuat beberapa personil dari Kepolisian Sektor (Polsek) Margorejo disiagakan untuk mengantisipasi kerumunan yang berpotensi menimbulkan klaster baru Covid-19.

PENGAWASAN: Anggota Polsek Margorejo turut mengatur antrean penonton Bioskop Pati yang membludak meskipun di hari kerja, Rabu (11/5). (Arif Febriyanto/Lingkarjateng.id)

“Kami di sini mengawasi adanya keramaian antrean masyarakat yang hendak menonton film di Bioskop Pati. Ini sangat berpotensi menimbulkan kerumunan yang dikhawatirkan menimbulkan klaster baru. Karena itulah, kami di sini mengawasi,” ujar Wakil Kepala Polsek Margorejo (Wakapolsek), IPTU Karsono.

Untuk mengantisipasi kerumunan, IPTU Karsono meminta para pengunjung yang mengantre tiket untuk diwakilkan satu orang guna menghindari kerumunan. (Lingkar Network | Arif – Lingkarjateng.id)