Meriahkan Pragolo Pati Festival 2022, Desa Soneyan Margoyoso Pamerkan Produk Ini

MEMAMERKAN: Kepala Desa Soneyan, Kecamatan Margoyoso, Kabupaten Pati Margi Siswanto memamerkan batik cahaya bintang di Festival Pragolo Pati 2022. (Arif Febriyanto/Lingkarjateng.id)

MEMAMERKAN: Kepala Desa Soneyan, Kecamatan Margoyoso, Kabupaten Pati Margi Siswanto memamerkan batik cahaya bintang di Festival Pragolo Pati 2022. (Arif Febriyanto/Lingkarjateng.id)

PATI, Lingkarjateng.id – Desa Soneyan, Kecamatan Margoyoso, Kabupaten Pati turut meramaikan Pragola Pati Festival yang diselenggarakan oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pati di Plaza Pragolo pada Jumat, 5 Agustus 2022.

Kepala Desa Soneyan, Margi Siswanto mengaku antusias mengikuti festival tersebut. Ia mengajak perangkat desa dan pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di desanya untuk memperkenalkan potensi desa seperti hasil bumi dan home industry warga Desa Soneyan.

“Ini ‘kan ada batik Cahaya Bintang yang sangat berkualitas. Dari masyarakatnya sendiri, termasuk hasil bumi, ini juga hasil Soneyan,” kata Margi menunjukkan produk lokal Desa Soneyan.

Opening Pragolo Pati Festival 2022 Berlangsung Meriah

Ia bangga dengan batik cahaya bintang yang merupakan salah satu produk khas Desa Soneyan. Menurutnya batik tersebut tak kalah bagus dengan batik Bakaran yang menjadi kebanggaan Kabupaten Pati.

“Selama ini yang dikenal kan hanya Bakaran. Tapi sebenarnya Soneyan juga punya batik yang sangat berkualitas, batik Cahaya Bintang. Kemarin saja ada yang nawar gambarnya wayang itu satu setengah juta per potong. Tapi bagus. Dulunya ‘kan kita mengadakan pelatihan tapi yang jadi satu,” jelasnya.

Dinporapar dan Disdagperin Kolaborasi Gelar Pati Creative Space di PPF

Margi berharap, dengan keikutsertaan Desa Soneyan dalam festival ini bisa mendorong produk lokal desanya dikenal oleh masyarakat luas. Dengan begitu akan berdampak terhadap peningkatan penjualan hasil home industry seperti batik maupun produk hasil bumi yang menjadi potensi Desa Soneyan.

“Dengan adanya Pragolo Pati Festival ini akan kita tingkatkan, termasuk penjualannya, sehingga membawa kesejahteraan bagi masyarakat. Karena dengan adanya festival ini ‘kan batik kita bisa dikenal,” tutupnya.

Selain batik, Margi  juga memperkenalkan potensi lainnya seperti tari wayang topeng, wisata petik jeruk, dan berbagai produk unggulan yang diproduksi oleh masyarakat Desa Soneyan. (Lingkar Network | Arif Febriyanto – Lingkarjateng.id)