Mangunsarkoro street, Bangkitkan Ekonomi Masyarakat Jepara melalui Kuliner

Akrab : Ketua DPRD Jepara Haizul Ma'arif mengobrol dengan Pj Bupati Edy Supriyanta

Akrab : Ketua DPRD Jepara Haizul Ma'arif mengobrol dengan Pj Bupati Edy Supriyanta

JEPARA, Lingkarjateng.id – Mangunsarkoro street food yang belakangan ini viral di kalangan masyarakat Jepara saat CFD (Car Free Day), sebagai salah satu tempat wisata kuliner terlengkap untuk menikmati libur akhir pekan bersama keluarga . Hal ini disampaikan Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jepara Haizul Ma’arif saat berkunjung di lokasi tersebut, Minggu (29/5).

“Saya sangat menikmati dan memberikan apresiasi kepada masyarakat dan pemerintah desa yang berhasil membuat wisata kuliner dalam kegiatan CFD ini,” kata Gus Haiz sapaan akrab Ketua DPRD Jepara.

Berdasarkan keterangan ketua paguyuban Mangunsarkoro street food, ide mendirikannya berawal dari masyarakat kelurahan panggang yang berada di kawasan jalan mangunsarkoro yang kemudian di resmikan oleh Bupati Jepara beberapa waktu lalu.

“Pekan ini sudah merupakan pekan ke tiga kegiatan ini di gelar dan antusias masyarakat semakin luar biasa,” jelasnya.

Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jepara Haizul Ma’arif saat berkunjung di Mangunsarkoro street food

Gus Haiz berharap, kedepan area wisata kuliner tersebut dapat diperluas di sepanjang jalan Mangunsarkoro, menurutnya lokasi tersebut sangat ideal dan strategis. Hal ini dikarenakan jalan tersebut bukan merupakan jalan utama dalam kota sehingga tidak akan mengganggu atau menimbulkan kemacetan yang mengganggu kelancaran aktivitas masyarakat.

“Tadi juga ada usulan dari Pj Bupati untuk digelar di jalan kartini agar di kembangkan, akan tetapi mengingat jalan tersebut merupakan jalan utama bagi warga Jepara di khawatirkan akan mengganggu kelancaran aktivitas warga,” sambung Gus Haiz.

Ia menambahkan dengan adanya Mangunsarkoro street food dapat menjadi sarana dan tempat sebagai promosi produk – produk kuliner Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) di Jepara sehingga dapat membangkitkan ekonomi masyarakat yang terpuruk beberapa waktu lalu akibat pandemi covid-19.

“Harapannya yang berjualan tidak hanya warga sekitar saja akan tetapi juga dari daerah lain, sehingga dapat mewujudkan pemerataan ekonomi masyarakat Jepara,” pungkas Gus Haiz. (Muslichul Basid-Koran Lingkar)