Lahan Kosong Tersisa 6 Persen, Pemkot Semarang Minta Digunakan untuk Pertanian

MEMANFAATKAN LAHAN TERBATAS: Plt Wali Kota Semarang, Hevearita G Rahayu bersama jajarannya sedang panen anggur di Taman Balaikota Semarang pada Jumat, 25 November 2022. (Adimungkas/Lingkarjateng.id)

MEMANFAATKAN LAHAN TERBATAS: Plt Wali Kota Semarang, Hevearita G Rahayu bersama jajarannya sedang panen anggur di Taman Balaikota Semarang pada Jumat, 25 November 2022. (Adimungkas/Lingkarjateng.id)

SEMARANG, Lingkarjateng.id – Lahan kosong di Kota Semarang kini tinggal 6 persen. Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang meminta lahan tersebut digunakan dengan maksimal, utamanya untuk kegiatan pertanian.

Plt Wali Kota Semarang, Hevearita G Rahayu memberikan contoh, lahan di Taman Balaikota Semarang dimanfaatkan oleh pemerintah untuk bercocok tanam.

Pemerintah Kota Semarang menggerakkan pertanian kota yang selalu kita bilang bahwa jangan Jarkoni yang hanya bisa memberi instruksi, tapi bisa melaksanakan,” ungkapnya saat panen anggur bersama jajaran pemerintahan di Taman Balaikota Semarang pada Jumat, 25 November 2022.

Tidak hanya anggur di Taman Balaikota Semarang, pemerintah juga menanam berbagai tanaman lainnya, seperti markisa, padi hingga jeruk dengan sistem tanaman dalam pot (tabulampot).

Kegiatan yang sudah dilakukan pemerintah tersebut juga untuk masyarakat agar dapat memaksimalkan penggunaan lahan yang terbatas. 

“Ini adalah contoh bahwa di Kantor Pemkot saja bisa budidaya tanaman,” katanya.

Menurutnya, kualitas buah yang dipanen tidak kalah dengan dengan buah yang dijual di pasaran.

Dirinya berharap masyarakat bisa mengikutinya. Hal itu untuk mewujudkan kedaulatan pangan di Kota Semarang. 

“Diharapkan kedaulatan pangan di kota Semarang bisa terjaga. Kita ini adalah salah satu contohnya,” tandasnya. (Lingkar Network | Adimungkas – Koran Lingkar)