Kronologi Pembakaran Kapal di Perairan Jorong: ABK Hendak Dibakar Hidup-Hidup Bersama Kapalnya

Kronologi Pembakaran Kapal di Perairan Jorong: ABK Hampir Dibakar Hidup-Hidup Bersama Kapalnya

BERCERITA: Dwi Okta Imawan (kaos putih sebelah) dan Jaya Hartono (jaket abu-abu) menuturkan kisah mencekam yang merkea alami saat di Perairan Kalimantan. (R. Teguh Wibowo/Lingkarjateng.id)

REMBANG, Lingkarjateng.id – Peristiwa pembakaran kapal Wahyu Mina Barokah asal Rembang yang kapalnya dibakar di perairan Jorong, Kabupaten Tanah Laut, Kalimantan Selatan (Kalsel), rupanya nyaris saja menghilangkan nyawa 17 Anak Buah Kapal (ABK) yang berada di dalam kapal itu.

Beruntung, sekarang semuanya sudah kembali pulang ke asalnya masing-masing. Dua dari 17 ABK yang telah pulang ke rumah, Jaya Hartono dan Dwi Okta Imawan menceritakan kronologi peristiwa pembakaran kapal yang ditumpanginya tersebut.

Rupanya, kapal mereka nyaris dibakar dengan bom molotov, lengkap dengan seluruh ABK di atasnya. Beruntung, ada tiga kapal kecil milik nelayan lain yang meminta mereka untuk meloncat ke kapal mereka sehingga seluruh ABK selamat dari pembakaran.

Imawan pun menuturkan, peristiwaberawal ketika 3 kapal cantrang yang beroperasi di sekitar garis pantai perairan Jorong. Karena dianggap terlalu dekat dengan pulau dan penangkapan ikan menggunakan cantrang yang bisa merusak ekosistem terumbu karang, maka ketiga kapal tersebut didekati oleh perahu-perahu asal Kalimantan itu.

Kapal Nelayan Pati Dibakar, ABK Dipulangkan Lewat Tanjung Perak

Namun, dua kapal tersebut memilih kabur dan sempat melakukan perlawanan dengan mengeluarkan tembakan. Padahal, sudah ada pembicaraan secara baik-baik dengan nelayan setempat.

“Ya aslinya sudah ada peringatan, dan sudah ada pembicaraan yang baik, tapi dua kapal yang kabur tersebut dan sempat dikejar itu mengeluarkan bedil dan tembakan, jadinya semakin ngamuk, emosinya semakin tinggi,” ucap Imawan saat ditemui di rumahnya Desa Karangsekar, Kecamatan Kaliori,  Minggu (17/4/).

Setelah dua kapal tersebut kabur, perahu yang sempat mengejar kapal tersebut kemudian kembali lagi ke kapal yang ditumpangi oleh Imawan. Sehingga, Imawan dan teman-temannya tidak bisa berkutik dan pasrah dengan tindakan yang bakal dilakukan oleh mereka. “Ya pasrah, kalau enggak mati ya hidup itu,” kata dia.

Bahkan, kapal yang telah terkepung ini dipersilakan kabur untuk kemudian akan dibakar beserta ABK yang ada di dalamnya. “Ketika perahu kecil-kecil itu merapat, rencananya kapal kami akan dibakar hidup-hidup sama orangnya,” jelas dia.

Imawan menyebut, terdapat ratusan warga yang mengepung dan kemudian membakar kapal yang ditumpanginya. “Ada 50 kapal (yang mengepung), satu kapal dinaiki sekitar 7 sampai 9 orang,” ujar dia.

Kapal Nelayan Pati Dibakar di Perairan Laut Jorong, ABK Masih Diamankan

Beruntungnya, sesaat sebelum kapal mereka dibakar menggunakan bom molotov, ada tiga kapal kecil milik nelayan lain yang meminta mereka untuk meloncat ke kapal tersebut.

“Tapi ada kapal yang kasihan terus mendekat dan bilang ‘mas, kalau nyawa abang pengin selamat ikut saya’, langsung semua pada naik, ini ABK langsung dijauhkan dan kapal langsung dibakar,” terang dia.

Setelah mereka semua diselamatkan oleh nelayan yang disebut dari Banjarmasin itu, mereka tidak langsung mendekati dan turun ke dermaga. Oleh kapal yang menyelamatkan itu, mereka sempat diajak berdiskusi dan tetap berada di laut sembari menunggu pihak kepolisian mendatangi dermaga.

Imawan mengatakan alasan kapal yang menyelamatkan mereka untuk tetap berada di atas perairan, karena di dermaga masih banyak warga yang emosional dan menunggu kedatangan ABK asal Jawa Tengah tersebut.

“Setelah berada di kapal, kami dijauhkan dari kapal yang terbakar dan dari dermaga. Kemudian sempat diskusi juga, karena di dermaga sudah banyak warga, sembari menunggu aparat berwajib. Ketika aparat datang baru kami diturunkan ke dermaga,” jelas dia.

Setelah aparat kepolisian berada di dermaga, selanjutnya kapal nelayan yang menyelamatkan mereka mendekat ke dermaga dan menurunkan 17 ABK yang terdiri dari 2 orang warga Pati dan 15 orang warga Rembang tersebut.

Sampai dermaga, ke 17 ABK itu dibawa ke pos polisi terdekat, untuk selanjutnya dibawa ke Polres Tanah Laut.

“Kemudian diberangkatkan ke kapal feri juga sempat dikawal pihak kepolisian. Kami dikasih makan oleh polisi sana. Intinya, kami semua selamat, enggak ada barang yang bisa diselamatkan,” kata dia.

Hingga akhirnya, mereka kemudian diberangkatkan dari Pelabuhan Banjarbaru menuju Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya. (Lingkar Network | Koran Lingkar)