Ketatnya Kompetisi Jambore Pemuda Jateng Buktikan Pembinaan Pemuda Makin Merata

ANTUSIAS: Pemuda perwakilan Kabupaten Kudus mengikuti Kegiatan Jambore Pemuda Daerah Provinsi Jawa Tengah yang digelar oleh Disporapar Jateng. (Istimewa/Lingkarjateng.id)

ANTUSIAS: Pemuda perwakilan Kabupaten Kudus mengikuti Kegiatan Jambore Pemuda Daerah Provinsi Jawa Tengah yang digelar oleh Disporapar Jateng. (Istimewa/Lingkarjateng.id)

KUDUS, Lingkarjateng.idPemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah (Jateng) melalui Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Jateng mengadakan kegiatan Jambore Pemuda Daerah Jawa Tengah yang mengusung tema “Jiwa Muda, Semangat Muda, Berkarya untuk Membangun Negeri” pada Senin, 21 November hingga 24 November 2022 di Kota Surakarta.

Hari pertama Jambore Pemuda Daerah Provinsi Jawa Tengah ini telah dilewati, bahkan sejumlah peserta mengikuti kegiatan dengan penuh semangat dan antusias di tengah ketatnya kompetisi berlangsung.

Pada Selasa, 22 November 2022 telah berlangsung lomba karya tulis ilmiah, lomba pidato Bahasa Inggris dan fotografi.

Kepala Dinas (Kadin) Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Kudus, Harjuna Widada melalui Kepala Bidang (Kabid) Kepemudaan, Iswahyudi mengatakan bahwa kemampuan peserta lomba semakin merata. Bahkan, ketatnya kompetisi ini membuktikan kemampuan antar daerah yang semakin imbang.

“Kemampuan peserta lomba semakin merata. ‘Kan untuk menjadi yang terbaik dalam ajang Jambore Daerah Pemuda Jawa Tengah ini sama, tinggal performance (menampilkan, red) yang terbaik ketika tampil,” ujar Iswahyudi.

SEMANGAT: Pemuda perwakilan Kabupaten Kudus mengikuti lomba Bahasa Inggris dalam Kegiatan Jambore Pemuda Daerah Provinsi Jawa Tengah. (Istimewa/Lingkarjateng.id)

Pihaknya menambahkan, dalam mengikuti ajang jambore ini perlu dibarengi dengan spirit untuk meningkatkan kompetensi diri, menyiapkan kemandirian hingga memberikan kontribusi nyata.

“Yang terpenting adalah spirit untuk selalu meningkatkan kompetensi diri, menyiapkan kemandirian dan memberikan kontribusi nyata dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara,” terangnya.

Terkait hasil yang diperoleh, lanjut Iswahyudi, merupakan bagian dari kompetisi, yang mana pasti ada yang menang dan kalah.

“Apapun hasilnya, itu adalah bagian dari kompetisi. Ada yang menang dan ada yang kalah. Masih banyak waktu dan kesempatan,” imbuhnya.

Sementara itu, salah satu perwakilan pemuda dari Kabupaten Kudus, Muhammad Umar yang mengikuti lomba pidato Bahasa Inggris mengaku sangat senang dapat berkenalan dengan banyak pemuda lain yang juga gemar berbahasa Inggris.

“Waktu bersama dengan peserta lain suasananya tidak tenang. Di sini saya bisa mengobrol dengan teman-teman lainnya, tapi waktu ke ruangan baru terasa, wajar sih. Setelah di depan ternyata aman aja. Insya Allah aku yakin tampil dengan total,” terangnya.

Pemuda yang mendapat nomor urut ke-7 yang saat ini masih berkuliah di Universitas Muria Kudus ini berharap bisa naik podium mendapatkan gelar juara dalam Kegiatan Jambore Pemuda Daerah Jateng dan mengharumkan Kudus.

“Mau juara berapa aja tidak begitu masalah, karena di sini ditekankan yang terpenting adalah setiap individu mampu berkembang menjadi pemuda yang dibanggakan bangsa,” pungkasnya. (Lingkar Network | Ihza Fajar – Koran Lingkar)