Jelang HUT ke-473 Kudus, Pemkab Dorong Pelestarian Budaya untuk Generasi Muda

MENINJAU: Kunjungan Asisten II Sekda Kudus dan Plt Kadisbudpar Kudus melihat demo ukir joglo pencu di Desa Kaliwungu, Kecamatan Kaliwungu, Kabupaten Kudus pada Minggu, 18 September 2022. (Hasyim Asnawi/Lingkarjateng.id)

KUDUS, Lingkarjateng.id – Dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-473 Kabupaten Kudus, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) setempat menyelenggarakan Pagelaran Karawitan di Desa Kaliwungu, Kecamatan Kaliwungu, Kabupaten Kudus pada Minggu, 18 September 2022. Kegiatan ini merupakan salah satu upaya Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus untuk mendorong pelestarian budaya daerah pada generasi muda.

Selain karawitan, beragam pertunjukan juga ditampilkan untuk menyambut HUT ke-473 Kudus sekaligus nguri-nguri budaya daerah. Antara lain penampilan grup karawitan, tari jenang, pentas musik tradisional, hingga pameran ukir dan produk-produk Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) lokal. Melibatkan para generasi muda, warga dan masyarakat tampak guyub rukun untuk melestarikan seni dan kebudayaan lokal.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Kudus, HM Hartopo melalui Asisten II bidang perekonomian dan pembangunan Sekda Kudus, Djatmiko Muhadi Setyanto mengatakan pentingnya nguri-nguri budaya peninggalan leluhur. Menurutnya, tanggung jawab melestarikan budaya bukan hanya dipegang oleh generasi tua. Akan tetapi semua warga termasuk generasi muda harus ikut terlibat.

Pihaknya juga mengajak para generasi muda untuk menyatukan semangat dalam mengembangkan kesenian tradisional yang ada di Kabupaten Kudus, termasuk karawitan. Hal tersebut bertujuan untuk bisa meningkatkan kebermanfaatan dari pelestarian seni budaya untuk generasi selanjutnya.

“Supaya generasi selanjutnya bisa mengenal, mengetahui, menikmati dan melestarikan seni budaya peninggalan pendahulu kita,” ujarnya.

Sementara itu, Plt Kepala Disbudpar Kabupaten Kudus, Mutrikah menyampaikan pentingnya mengenalkan dan mengangkat potensi lokal sebagai implementasi produk-produk pemajuan kebudayaan.

“Kegiatan karawitan ini dalam rangka pelestarian budaya dan mendorong semangat pemuda untuk mencintai seni, budaya dan pariwisata yang harus dikembangkan,” ucapnya.

Selain itu, dalam rangka menyambut HUT ke-473 Kudus, pihaknya berupaya untuk mengeksplor seluruh potensi yang ada di Kabupaten Kudus dan mengenalkannya kepada masyarakat luas melalui kegiatan-kegiatan kebudayaan.

“Tidak hanya kegiatan seni modern, tetapi juga seni tradisional yang kita munculkan supaya lebih dieksplorasi,” tambahnya.

Kemudian seni ukir joglo pencu yang merupakan produk unggulan Desa Kaliwungu juga diharapkan bisa terus dilestarikan dan dikembangkan oleh masyarakat setempat. Sehingga, dapat menarik banyak wisatawan untuk mengunjungi desa tersebut sekaligus meningkatkan pemberdayaan usaha desa.

“Harapannya, dengan mengembangkan wisata ukir joglo pencu kami bisa eksplorasi menerapkan ukir dengan modifikasi sekaligus ruang pamer bagi wisatawan supaya menjadi wisata edukasi baik tingkat lokal, nasional dan internasional,” harapnya. (Lingkar Network | Hasyim Asnawi – Koran Lingkar)

Exit mobile version