Jatuh ke Selokan, Bocah 3 Tahun di Grobogan Ditemukan Tewas

Jatuh ke Selokan, Bocah 3 Tahun di Grobogan Ditemukan Tewas

Ilustrasi bocah tenggelam. (Freepik/Lingkarjateng.id)

GROBOGAN, Lingkarjateng.id – Jatuh ke selokan, seorang bocah laki-laki berusia 3 tahun ditemukan tewas setelah terseret arus selokan yang berada di depan rumahnya, Dusun Beni RT 02 RW 04, Desa Tanjungrejo, Kecamatan Wirosari, Kabupaten Grobogan.

Korban Muhammad Akbar Satya (3) terpeleset ke dalam selokan dengan kedalaman sekitar 60 centimeter dan lebar 70 centimeter. Peristiwa tragis itu terjadi pada Minggu (8/5) sekitar pkl 17.15 WIB.

Kapolsek Wirosari AKP Wibowo menjelaskan, kronologi bermula ketika pukul 17.10 WIB, tetangga yang menjadi saksi mata masih melihat korban bersama kakak kandungnya bermain di pinggir selokan depan rumahnya ketika hujan deras.

Kemudian saksi tersebut, Martono (47) menegur keduanya agar tidak bermain di dekat selokan air. Akibat tegurannya, kedua anak itu masuk ke dalam rumah sekitar pukul 17.15 WIB.

Namun, beberapa saat kemudian Martono kembali mendapati kakak korban berada di depan rumah sendirian, sementara ayah korban Ahmad Saimuri keluar rumah dengan raut panik, serta berteriak minta tolong untuk membantu anaknya yang terpeleset dan terseret arus selokan.

Berdasarkan keterangan Wahyu Nikolas (8), kakak kandung korban kepada orang tuanya, korban terpeleset di selokan air depan rumah mereka. Saat itu aliran air selokan sangat deras.

Pemandu Karaoke Tewas Diduga Bunuh Diri di Grobogan

Selanjutnya Martono memberitahu warga dan melaporkan kejadian itu pada Polsek Wirosari.

“Atas inisiatif warga sekitar kemudian dilakukan pencarian korban bersama-sama. Sekitar kurang lebih 1 kilometer dari lokasi kejadian, saksi Kohar (31) menemukan korban di selokan air tepatnya di sebelah timur makam umum Dusun Beni Desa Tanjungrejo Wirosari. Korban tersangkut ranting pohon dalam posisi tengkurap dan sudah meninggal dunia,” jelasnya.

Gotong royong warga membawa jenazah anak tersebut ke rumah duka. Kemudian petugas kepolisian bersama tim Inafis Polres Grobogan dan tim medis dari Puskesmas Wirosari 1 melakukan pemeriksaan terhadap korban dengan disaksikan warga dan pihak keluarga.

Dari hasil pemeriksaan terhadap korban ditemukan luka memar di jidat sebelah kiri dan lecet sebelah kanan. Diduga korban terkena benturan gorong-gorong selokan pada saat korban terseret arus air di selokan.

“Pada tubuh korban tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan atau tanda-tanda penganiayaan,” jelasnya. (Lingkar Network | Muhamad Ansori – Lingkarjateng.id)

Exit mobile version