Genjot Produktivitas, Petani Demak Diimbau Gunakan Teknologi CSA

Genjot Produktivitas, Petani Demak Diimbau Gunakan Teknologi CSA

KOMPAK: Bupati Demak Eisti’anah bersama Wakil Bupati Demak, Ali Makhsun saat memanen kacang hijau di Lahan Poktan Desa Sarimulyo, Kecamatan Kebunagung. (Istimewa/Lingkarjateng.id)

DEMAK, Lingkarjateng.id – Bupati Demak Eisti’anah mengungkapkan sektor pertanian menjadi sektor terpenting dalam upaya untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Demak. Hal itu disampaikan saat menghadiri Panen Kacang Hijau di Lahan Poktan dan Poktan Dworowati, Desa Sarimulyo, Kecamatan Kebonagung pada Senin, 5 September 2022.

Mengingat sebagian besar masyarakat Demak menggantungkan hidupnya pada sektor pertanian, pihaknya mengatakan bahwa komoditas unggulan yang dikembangkan di Demak adalah kacang hijau dan bawang merah.

“Tahun 2021, luas panen kacang hijau di Kabupaten Demak mencapai lebih dari 24 ribu hektar dan menghasilkan 1,07 ton per hektare. Harga jual yang tinggi, berkisar Rp18.000 hingga Rp20.000 sangat menguntungkan petani dalam meningkatkan kesejahteraan,” ungkapnya.

Menurutnya, teknik budidaya yang mudah dan murah, dengan sedikit membutuhkan irigasi sangat cocok dikembangkan di Kabupaten Demak. Hal inilah yang membuat komoditas kacang hijau merambah ekspor ke berbagai negara. Ini artinya komoditas kacang hijau mampu bersaing di dunia internasional.

Pemerintah Kabupaten Demak terus melakukan berbagai upaya percepatan tanam di Kabupaten Demak. Salah satunya dengan Penerapan Teknologi Pertanian Cerdas Iklim atau Climate Smart Agriculture (CSA) dan penggunaan bibit Kacang Hijau unggul. Hasilnya, panen kacang hijau di lahan Poktan Manduro dan Poktan (Pembinaan Kelompok Kegiatan) Dworowati, Desa Sarimulyo, Kecamatan Kebonagung ini dapat menghasilkan provitas sebesar 1,7 ton per hektare. Jumlah ini lebih besar dibandingkan dengan cara konvensional dengan provitas 1,1 ton per hektare.

Untuk itu, dirinya berharap agar seluruh petani yang ada di Kabupaten Demak dapat meniru keberhasilan petani Desa Sarimulyo Kebonagung.

“Saya tekankan, bahwa di era sekarang, petani harus cerdas dan inovatif, serta mampu memanfaatkan teknologi yang berkembang saat ini sehingga produksi bisa maksimal, harga jual pun akan stabil,” tegas Bupati Demak.

Sementara itu Plt. Dinas Pertanian dan Pangan (Dinpertanpangan) Kabupaten Demak, Agus Herawan yang juga panitia pelaksanaan kegiatan mengatakan, panen kacang hijau dilaksanakan dengan biaya dari Loan Agreement antara Pemerintah Indonesia dengan World Bank (WB) dan Asian Infrastructure Investment Bank (AIIB) yang pengelolaan anggaran melalui DIPA Kementrian Pertanian Tahun 2022.

“Alokasi anggaran untuk bantuan benih bawang merah dan pupuk NPK non subsidi bersumber dari APBD Kabupaten Demak,” terangnya. (Lingkar Network – Koran Lingkar)

Exit mobile version